Lifestyle
Banyak yang Ingin Balas Dendam tahun 2022, Pelaku Wisata perlu Siap-siap

Akibat dipaksa tinggal di satu tempat begitu lama, orang-orang mulai ‘ingin balas dendam’. ingin menebus waktu yang hilang
FAKTUAL-INDONESIA: Dunia pariwisata, termasuk Indonesia, akan dihiasi balas dendam tahun 2022. Para pelaku wisata harus bersiap-siap mengantisipasinya sejak dini sehingga mampu meraih nilai tambah dari aksi balas dendam itu.
Balas dendam akan dilakukan oleh para pelaku perjalanan wisata yang sejak tahun 2019 tertahan akibat munculnya pandemi virus corona (Covid-19).
Belakangan ini sudah mulai dan marak dibicarakan soal revenge tourism yang dapat diartikan “perjalanan wisata balas dendam”.
Mengutip Tourism Teacher pada Jumat, antaranews.com melaporkan, konsep revenge tourism pertama kali muncul pada tahun 2020. Pandemi COVID-19 menutup sebagian besar bisnis di sektor perjalanan dan pariwisata, perbatasan antarnegara ditutup di seluruh dunia, lockdown, hingga persyaratan karantina yang berulang membuat orang memiliki sangat sedikit kesempatan untuk bepergian.
Akibat dipaksa tinggal di satu tempat begitu lama, orang-orang mulai ‘ingin balas dendam’. Orang ingin/ingin menebus waktu yang hilang. Mereka ingin melakukan perjalanan yang terpaksa mereka batalkan pada 2019. Mereka ingin mengunjungi kerabat binaan mereka. Mereka ingin melihat dunia yang telah lama mereka tinggalkan.
Untuk itu, penting bagi pelaku wisata untuk mempersiapkan diri menyambut tren ini.
“Beberapa strategi pun dipersiapkan dan sudah terlaksana, dalam menyambut tren revenge tourism yang diprediksi akan terjadi di tahun 2022,” kata Director of Hotel Partners RedDoorz Indonesia, Yudhistira melalui keterangannya.
Lebih lanjut, bagi para pelaku hospitality seperti RedDoorz, Yudhistira melihat bahwa era digitalisasi saat ini tentu penting bagi para pemilik properti untuk memahami digital marketing.
Selain karena anggaran yang diperlukan lebih terjangkau dan dapat menjangkau lebih banyak orang, strategi digital marketing dapat memudahkan para calon konsumen untuk mendapat informasi yang lebih jauh dan memahami produk/jasa yang ditawarkan tersebut.
Tidak hanya membantu mempromosikan properti, RedDoorz juga membantu para pemilik properti untuk melatih karyawan mereka, membantu manajemen hotel mempromosikan properti mereka melalui sistem informasi yang mutakhir hingga bekerja sama dengan berbagai Online Travel Agent (OTA) sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk reservasi kamar yang diinginkan.
RedDoorz juga berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai program, dalam upaya membantu pemulihan ekonomi nasional lewat industri pariwisata. Salah satunya yaitu program mobil vaksin keliling.
Program tersebut didukung oleh RedDoorz sebagai bentuk nyata terhadap aksi pemerintah dalam meningkatkan angka penerima vaksinasi, yang merupakan salah satu kunci penting untuk mencapai herd immunity dan memulihkan industri pariwisata serta perhotelan. ***










