Connect with us

Kesehatan

6 Penyebab Sakit Gigi Berdenyut Beserta Cara Mengatasinya

Diterbitkan

pada

penyebab gigi berdenyut

Ilustrasi sakit gigi berdenyut (Foto: Shutterstock/Damir Khabirov)

FAKTUAL-INDONESIA: “Lebih baik sakit hati daripada sakit gigi.” Itulah pepatah yang sering didengar bagaimana sakit gigi sangat tidak menyenangkan. Sakit gigi berdenyut merupakan salah satu gangguan gigi yang membuat penderita mengalami masalah menjani aktivitas. Tak terjadi begitu saja, tentu ada penyebab gigi berdenyut yang mungkin tidak disadari.

Umumnya, masalah pada gigi yang terjadi hanya menyebabkan rasa sakit atau ngilu. Namun, ada juga masalah gigi berdenyut yang dialami seseorang. Hal itu tentu membuat penderita khawatir tentang kondisi tersebut.

Sakit gigi berdenyut menjadi tanda bahwa kerusakan gigi sudah cukup parah. Meski dapat hilang dengan sendirinya, namun ini bukanlah pertanda baik. Pasalnya, kemungkinan saraf gigi sudah mati dan membuat perawatan yang perlu dilakukan jadi lebih kompleks.

Baca juga:  5 Cara Menghilangkan Bercak Putih di Gigi dan Cara Mencegahnya

Penyebab gigi berdenyut atau nyeri gigi lainnya juga bisa terjadi akibat adanya infeksi atau peradangan pada gigi. Kondisi ini kemudian dikenal sebagai pulpitis. Lantas, apa yang membuat gigi bisa sakit hingga memicu denyutan?

Berikut beberapa penyebab gigi berdenyut beserta cara mengatasinya yang telah faktualid.com rangkum dari doktersehat dan sehatq.

Advertisement

1. Gigi berlubang

Penyebab gigi berdenyut yang pertama yaitu gigi berlubang. Sudah diketahui bersama, ini terjadi karena kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut. Biasanya, akibat sisa makanan dan bakteri yang tertinggal sehingga melahrikan plak, nantinya akan merusak mineral pada email gigi.

Jika kesehatan mukut tidak dirawat, gigi akan berlubang dan bisa saja mengalami pembusukan. Maka dari itu, konsumsi makanan atau minuman yang manis, sangat dingin atau sangat panas dapat menjadi penyebab gigi berdenyut.

2. Infeksi gigi

Infeksi pada gigi atau gusi bisa menyebabkan gigi sakit hingga berdenyut. Infeksi gigi terjadi ketika gigi berlubang tidak diobati yang membuatnya semakin parah. Infeksi gigi mungkin juga terjadi setelah operasi mulut atau cedera pada mulut.

Sebelum menyebar atau memburuk, segera melakukan perawatan ke dokter gigi. Jika gigi Anda berlubang, penangan gigi berdenyut akan dilakukan penambalan, perawatan saluran akar, pencabutan gigi, pembedahan, pemberian obat antibiotik, dan antinyeri.

3. Abses gigi

Penyebab gigi berdenyut berikutnya yaitu abses gigi atau periapikal. Kondisi ini terjadi dimana sebagian atau seluruh saraf yang ada di dalam gigi mati. Jaringan yang mati tersebut akan membentuk bakteri di ujung akar.

Advertisement

Bakteri itu perlahan membentuk kantong yang berisi bakteri dan nanah. Inilah yang disebut sebagai abses gigi, bisa terlihat sebagai benjolan di gusi. Jika Anda mengalami abses gigi dan pergi ke dokter gigi, ada beberapa penanganan yang biasa diberikan, seperti:

  • Penggunaan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi (sesuai petunjuk dokter).
  • Pembersihan abses.
  • Bila abses muncul karena penyakit gusi, dokter akan membersihkan dan merawat gusi yang terdampak tersebut.
  • Jika abses terjadi akibat pembusukan atau gigi yang retak, dokter akan melakukan perawatan saluran akar.
  • Apabila abses terjadi akibat implan atau tambalan yang sudah rusak, maka dokter akan mengganti tambalan dengan yang sintetis.

Baca juga: Ketahui 8 Penyebab Gigi Goyang Pada Orang Dewasa Beserta Cara Mencegahnya

4. Fraktur gigi

Selain abses gigi, fraktur gigi juga menjadi penyebab gigi berdenyut. Fraktur gigi dapat terjadi akibat benturan keras hingga menyebabkan gigi patah, atau jatuh dan rahang atau wajah Anda terbentur benda keras. Singkatnya, fraktur gigi adalah gigi yang mengalami retakan atau terbelah.

Retakan atau celah pada gigi yang terjadi akibat seiring bertambahnya usia, akan mencetuskan gigi berdenyut. Sebab, retakan gigi menjadi jalan masuk berbagai hal penyebab iritasi dan infeksi gigi, seperti bakteri atau partikel makanan.

Cara untuk mengatasi kondisi ini memerlukan penanganan dokter gigi. Beberapa perawatan yang dapat dilakukan, yaitu lem gigi, veneer, dan tambal gigi. Dokter juga bisa menyarankan perawatan saluran akar gigi jika memang kondisi gigi Anda membutuhkannya.

5. Tambal gigi rusak

Bagian yang paling rentan mengalami kebocoran adalah batas antara tepi tambalan dengan gigi. Ada sejumlah kondisi yang bisa membuat Anda merusak tambalan, misalnya menggigit sesuatu yang keras, menggertakkan gigi, dan masih banyak lagi. Kondisi ini juga bisa menjadi penyebab gigi berdenyut.

Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan tambalan baru. Jika sudah terlalu rusak untuk menggunakan tambalan baru, Anda juga mungkin membutuhkan perawatan crown atau mahkota gigi.

Advertisement

6. Kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism)

Salah satu penyebab gigi berdenyut yang jarang disadari adalah bruxism atau kebiasaan menggeretakan gigi. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan bruxism, dinataranya riwayat keturunan, otot rahang yang terlalu berkembang, atau stres.

Kebiasaan ini nantinya akan memunculkan rasa nyeri pada gigi, gusi, dan rahang bisa muncul dan mengakibatkan erosi gigi karena terjadi pengikisan pada gigi. Risiko berbagai gangguan pada gigi pun dapat meningkat, misalnya sakit gigi, gigi patah, dan gigi berubang. Cara menangani gigi berdenyut pada kondisi ini adalah dengan mengobati penyebabnya.

Cara mengobati sakit gigi berdenyut lainnya

  • Membersihkan gigi dari sisa makanan.
  • Perawatan oleh dokter gigi.
  • Kompres area gigi yang sakit.

Demikian penjelasan tentang penyebab gigi berdenyut beserta cara mengatasinya. Segera kunjungi dokter jika mengalami kondisi ini. Terlebih jika disertai demam, rasa nyeri yang mengganggu, kesulitan menelan atau bernapas, dan pembengkakan pada wajah.***

Baca juga: Kesehatan Gigi, Hilangkan Kebiasaan Hanya Mengunyah di Satu Sisi

Lanjutkan Membaca
Advertisement