Kesehatan
Kulit Dehidrasi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi kulit yang mengalami dehidrasi (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Kulit dehidrasi menjadi masalah kulit yang umum terjadi. Masalah kulit ini kerapkali menjadi kendala dalam merawat kulit. Bila Anda merasa kulit terasa sangat kering, kusam, dan tidak cerah Anda perlu waspada. Pasalnya, hal tersebut dapat mengindikasikan kulit mengalami dehidrasi.
Simak penjelasan tentang kulit dehidrasi, perbedaannya dengan kulit kering, ciri-ciri, dan cara mengatasinya yang telah dirangkum dari doktersehat dan hellosehat.
Daftar isi
Perbedaan kulit dehidrasi dan kulit kering
Kulit dehidrasi merupakan kondisi dimana kulit kekurangan air. Tak hanya tubuh, kulitpun juga bisa mengalami dehidrasi. Kondisi ini bisa membuat kulit tampak kering, namun berbeda dengan kulit kering. Lalu, apa perbedaan antara kulit kering dan dehidrasi?
Kulit dehidrasi sering sekali disamakan dengan kulit kering, padahal keduanya adalah kondisi yang sama sekali berbeda. Jika kulit yang dehidrasi kurang air, sedangkan kulit kering yakni kurangnya sebum atau minyak alami pada kulit sehingga memberikan kelembapan pada kulit.
Baca juga: 9 Cara Mengatasi Kulit Kering Secara Alami, Aman dan Ampuh
Mudahnya, kulit kering merupakan jenis kulit, sedangkan dehidrasi adalah kondisi kulit yang bisa menyerang siapa saja terlepas dari jenis kulitnya.
Penyebab kulit dehidrasi

Ilustrasi kulit yang dehidrasi (Foto: Istimewa)
Kulit yang dehidrasi biasanya dipengaruhi oleh kondisi musim dan cuaca, serta bisa berubah dari gaya hidup seseorang. Sementara kulit kering tidak dapat berubah, namun bisa dirawat dengan penggunaan moisturizer yang tepat.
Tidak datang begitu saja tentu kulit dehidrasi mempunyai faktor-faktor yang memengaruhi dan menyebabkan terjadinya masalah kulit ini. Berikut beberapa penyebab kulit dehidrasi:
- Kekurangan asupan air
- Lingkungan panas dan kering
- Rusaknya lapisan pelindung kulit
Gejala atau ciri-ciri kulit dehidrasi
Banyak yang bertanya-tanya mengenai ciri-ciri kulit yang terserang dehidrasi, berikut ciri-cirinya:
1. Kulit gatal
Kondisi kulit gatal sebenarnya merupakan hal wajar karena lapisan pelempab alami kulit terkikis. Namun, ketika gatal terasa setelah Anda berkunjung ke suatu wilayah yang panas seperti pantai. Kondisi ini menjadi ciri-ciri kulit akan mengalami dehidrasi. Suhu ekstrim tak hanya membuat kulit gatal, tapi juga membuat kulit terasa ketat dan mengelupas.
2. Kulit kusam
Salah satu ciri-ciri kulit dehidrasi bisa dikenal dengan kulit yang tampak kusam dan lelah. Ini sebabkan oleh kurangnya asupan air sehingga menggangu kemampuan kulit dan fungsinya, seperti regenerasi sel.
Tubuh yang tidak terhidrasi dengan baik menyebabkan kulit tidak mampu mengikis lapisan terluarnya sehingga sel kulit mati menumpuk pada permukaan. Jika didiamkan saja, dikhawatirkan bisa berpotensi pori tersumbat dan tampilan kulit yang tampak kusam dan lelah.
3. Sensitivitas menigkat
Sensitivitas kulit menigkat merupakan ciri-ciri utama kulit yang sedang dehidrasi. Kondisi tersebut disebabkan oleh terkikisnya skin barrier (kulit paling luar yang melindungi bagian dalam) yang terkikis. Dengan begitu, kulit tidak dapat terlindungi dengan sempurna dari dampak lingkungan.
Alhasil, bakteri dan polusi yang menjadi zat iritan akan menembus lapisan terluar kulit tersebut dengan mudah yang memicul memunculnya gejala seperti kemerahan, gatal, dan iritasi kulit.
Baca juga: Perawatan Kulit Wajah dengan Toner, Dianjurkan yang Bervitamin C
4. Kantung mata menghitam
Seseorang yang mengalami dehidrasi pada kulit bisa kenali melalui mata. Mata yang tampak lelah dan area dibawah mata yang menghitam. Selain itu, kulit kekurangan cairan juga terlihat pada bayangan yang muncul pada area mata dan bawah hidung.
5. Ciri-ciri lainnya
- Munculnya garis halus dan kerutan
- Muncul minyak berlebih untuk mengimbangi hidrasi kulit
- Warna kulit pun terlihat tidak merata.
Cara mengatasi kulit dehidrasi

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Seseorang yang mengalami kulit kurang cairian tak perlu khawatir. Sebab ada cara mengatasi kulit yang dehidrasi. Caranya sebagai berikut:
1. Penuhi asupan cairan
Asupan air yang memadai mampu mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Cukupi cairan di dalam tubuh setidaknya minum 8 gelas atau 2 liter setiap harinya guna mencegah kulit dehidrasi. Sesuai kuantitasnya apabila tingga di wilayah yang panas dan kering atau sering bergerak dan beraktivitas fisik.
2. Produk skincare dengan kandungan humektan
Kandungan humektan bisa membantu menarik air dari udara dan mengumpulkannya di permukaan kulit. Jadi, Anda bisa memilih pelembap kulit dengan bahan-bahan humektan, seperti: asam hialuronat atau hyaluronic acid, urea, panthenol atau provitamin B5, sorbitol, gliserin, madu, gelatin, AHA, dan sodium lactate.
3. Oleskan tabir surya
Jika mengalami dehidrasi di kulit, coba untuk mengoleskan tabir surya atau sunscreen secara rutin pada siang hari. Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk perlindungan yang lebih baik. Pengguaan produk ini terbukti mampu mengurangi hidrasi pada kulit.
Pasalnya, paparan sinar matahari bisa merusak lapisan pelindung kulit yang menyebabkan permukaan kulit pun kehilangan kadar air dan menyebabkan dehidrasi.
4. Cara mengatasi kulit dehidrasi lainnya
- Gunakan humidifier
- Kurangi asupan yang memicu dehidrasi, seperti kopi
- Berhenti merokok
- Rutin olahraga
- Tidur yang cukup
- Perbanyak makan buah dan sayur.
Kulit dehidrasi muncul akibat kondisi yang membuat kulit kekurangan air, seperti kurang minum air atau rusaknya lapisan pelindung kulit. Dengan mengetahui penyebab dan cirinya, akan memudahkan Anda untuk mengatasinya sesuai gejala yang muncul. Jika kondisi kulit yang dehidrasi cukup parah, sebaiknya kunjungi dokter.***














