Kesehatan
7 Dampak Buruk Hand Sanitizer Apalila Digunakan Secara Berlebihan

Ilustrasi hand sanitizer (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, manusia dituntut untuk melindungi diri agar tidak terpapar virus corona. Salah satunya dengan menggunakan hand sanitizer. Saat ini, hand sanitizer merupakan barang yang wajib dibawa kemana-mana. Namun, penggunaannya secara berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk hand sanitizer.
Daripada mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, pengguanaan hand sanitizer memang lebih praktis. Tetapi, jika digunakan dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Hal tersebut karena hand sanitizer memiliki kandungan bahan kimia yaitu alkohol. Selain itu, hand sanitizer juga tidak bisa menyingkirkan norovirus yang merupakan penyebab umum flu perut. Oleh sebab itu, gunakan pembersih tangan ini jika air dan sabun tidak tersedia.
Baca juga: 6 Dampak Buruk Mengunyah Es Batu, Hentikan Mulai Sekarang
Berikut beberapa dampak buruk hand sanitizer apabila digunakan secara berlebihan yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Kulit kering
Dampak buruk hand sanitizer yang pertama yaitu bisa membuat kulit menjadi kering jika digunakan secara berlebihan. Kulit menjadi kering diakibatkan kandungan alkohol pada hand sanitizer bisa mengurangi kelembapan pada kulit.
Dengan begitu, kulit kamu menjadi kering, pecah-pecah, bahkan bisa timbul eksim pada orang dengan kulit sensitif. Untuk mengatisanya, kamu bisa menggunakan pelembap setelah menggunakan hand sanitizer.
2. Rentan mengalami diare
Penggunaan hand sanitizer berlebih ternyata dapat membunuh mikroorganisme, termasuk bakteri baik di dalam tubuh. Padahal, mikroorganisme ini mempunyai fungsi dalam menjaga kesehatan tubuh, mencegah infeksi, dan melawan bakteri jahat.
Saat mikroorganimse terbunuh, usus akan menjadi sensitif yang mengakibtakan sistem imun menjadi melemah sehingga tubuh rentan mengalami masalah pencernaan, termasuk diare. Namun, ternyata efek ini dapat diatasi dengan mengonsumsi yoghurt, karena mengandung bakteri baik bagi tubuh.
3. Kulit pecah-pecah
Dampak buruk hand sanitizer secara berlebihan berikutnya yaitu bisa membuat kulit pecah-pecah dan mengelupas. Sebenarnya alkohol dapat membasmi bakteri dan virus pada tangan. Namun, penggunakan alkohol secara berlebihan pada tangan bisa menyebabkan kulit pecah-pecah dan mengelupas.
Alkohol merupakan bahan kimia yang dinilai cukup keras bagi kulit. Oleh sebab itu, kamu dianjurkan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun ketimbang menggunakan hand sanitizer karena dikhawatirkan dapat memperparah kondisi kulit.
4. Membuat sistem kekebalan tubuh menurun
Selain kulit pecah-pecah, dampak buruk hand sanitizer jika digunakan secara berlebihan juga bisa mempengaruhi lemahnya sistem imun. Menurut sebuah penelitian, kandungan triklosan, yakni obat anti jamur dan anti bakteri, pada hand sanitizer bisa menyebabkan daya tahan tubuh melemah.
Baca juga: 7 Dampak Buruk Memakai Pakaian Ketat pada Kesehatan Tubuh, Dapat Memicu GERD
Dengan melemahnya sistem imun, kamu lebih mudah terkena berbagai penyakit, seperti alergi dan bersin-bersin. Tak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja jika terpengaruh dengan kadar triklosan yang tinggi menyebabkan demam dan kerentanan alergi.
5. Gangguan hormon
Sudah diketahui sebelumnya, bahwa hand sanitizer memiliki kandungan triklosan di dalamnya. Kandungan tersebut ternyata berbahaya jika masuk ke dalam tubuh karena dapat mengganggu hormon dan dapat memicu kanker.
Sejumlah penelitian menyebutkan, triklosan bisa menyebabkan bakteri beradaptasi dengan antimikroba. Secara perlahan, hal ini akan menyebabkan fluktuasi hormon. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan infeksi dan penyakit.
Untuk menghindari dampak buruk hand sanitizer ini, jangan gunakan hand sanitizer terlalu sering dan sebaiknya gunakan air dan sabun untuk mencuci tangan.
6. Tubuh kebal terhadap antibiotik
Dampak buruk hand sanitizer yang berikutnya yaitu bisa menyebabkan resistensi antibiotik. Sebenarnya, penggunaan hand sanitizer sesekali dapat membantu menghilangkan bakteri-bakteri pada tangan.
Namun, penggunaan secara berlebih dapat menimbulkan reaksi tubuh kebal terhadap antibiotik. Padahal, antibiotik berperan penting dalam membantu melawan pertumbuhan bakteri dalam tubuh.
Oleh sebab itu, penggunaan hand sanitizer berlebihan justru dapat membunuh bakteri baik dalam tubuh yang membantu memerangi infeksi.
Menurut sebuah penelitian, terlau sering menggunakan hand sanitizer dapat lebih rentan terkena norovirus, yakni virus yang menyebabkan muntah, diare, dan demam.
7. Keracunan alkohol
Sudah diketahui bahwa hand sanitizer memiliki kandungan alkohol untuk membunuh bakteri dan penyebab penyakit. Ternyata penggunaannya bisa menimbulkan dampak buruk hand sanitizer apabila digunakan secara berlebihan.
Kandungan alkohol tersebut meskipun sedikit ternyata dapat menyebabkan keracunan dan juga berbahaya bagi indra pengecap manusia. Maka dari itu, gunakan hand sanitizer sewajarnya dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.***














