Connect with us

Kesehatan

Praktik Klinis yang Baik Terapkan Standar Kualitas Etik dan Ilmiah

Diterbitkan

pada

Prof Gerhard (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Praktik klinis yang baik menerapkan standar kualitas etik dan ilmiah dalam mendisain, melaksanakan, mencatat dan melaporkan uji klinik yang telah melibatkan partisipasi subyek manusia dengan memastikan kredibilitas data percobaan.

Prof Gerhard Fortwengel dari MID Hochschule Hannover, Jerman, mengatakan hal itu saat membahas praktik uji klinis secara virtual, Kamis (16/6/2022).

Prof Gerhard menjelaskan hak, keamanan, dan kesejahteraan setiap subjek adalah pertimbangan yang paling penting dan harus didahulukan, dengan memberikan informasi non-klinis dan klinis yang masuk akal secara ilmiah dan dijelaskan dalam protokol jelas dan terperinci.

“Perawatan medis bagi setiap subjek adalah tanggung jawab tenaga kesehatan yang berkualifikasi, disertai pelaporan uji klinis yang menjamin bahwa data dan hasil yang dilaporkan dapat dipercaya dan akurat. Hak, integritas, dan kerahasiaan subjek uji dapat terlindungi. Pastikan kredibilitas data uji klinis,” kata Prof Gerhard di acara yang diinisiasi Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Hasanuddin.

Di situ, dia menjelaskan tentang pedoman uji klinik yang baik dalam melibatkan partisipasi manusia sebagai subyek.

Advertisement

Prof Gerhard Fortwengel telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun terlibat dalam Clinical Research. Sebelum menjabat guru besar di University of Applied Science and Arts in Hannover in Germany, ia bekerja di industri farmasi yang bertanggung jawab dalam penelitian klinis dan penjaminan mutu.

Sementara itu, Wakil Dekan bidang Akademik, Riset dan Inovasi, Syahrul Said SKep Ns MKes PhD, menyampaikan suatu kebanggaan dapat menghadirkan narasumber internasional.

“Topik yang berkaitan dengan peningkatan kualitas penelitian, yakni membuka peluang penelitian eksperimental klinis kesehatan. Untuk itu diharapkan dapat menjadi ruang diskusi bersama bagi pengembangan bidang keilmuan,” kata Syahrul.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement