Kesehatan
Deteksi Dini Kanker Payudara Digelar YKPI dan IKKT

Linda Agum Gumelar (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Aksi sosial berupa skrining dan deteksi dini kanker payudara digelar Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). Di kegiatan ini, YKPI menggandengIkatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini Cabang BS I BAIS TNI.
Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar mengatakan, aksu itu merupakan bentuk komitmen bersama untuk menurunkan kejadian kasus baru kanker payudara stadium lanjut di Tanah Air.
Informasi tentang skrining dan deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan mamografi, tuturnya, pentibg bagi perempuan usia di atas 40 tahun, selain secara rutin melakukan SADARI dan SADANIS.
SADARI adalah pemeriksaan payudara oleh diri sendiri dengan berdiri di depan cermin, SADANIS adalah pemeriksaan payudara klinis, yang artinya dilakukan oleh petugas kesehatan seperti dokter.
“SADARI sangat mudah dilakukan dengan syarat dilakukan dengan cara yang tepat, rutin, disiplin dan bila ada benjolan yang menetap dan tidak sakit segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Linda di Jakarta, Selasa (15/3/2022).
Kanker payudara stadium lanjut, ujarnya, dapat dicegah bila ditemukan dalam stadium awal, namun tidak semua benjolan di payudara adalah kanker.
Ketua IKKT Pragati Wira Anggini Cabang BS I BAIS TNI Wiwik Joni Supriyanto menuturkan, saat ini kanker payudara merupakan jenis kanker yang banyak diderita oleh perempuan Indonesia, untuk itu deteksi dini dan diagnosa dini penting.
“Kunci untuk deteksi dini adalah dengan melakukan pemeriksaan mamografi secara teratur terutama wanita berusia 40 tahun ke atas, karena pemeriksaan ini sangat efektif untuk deteksi dini kanker payudara hampir 80 persen hingga 90 persen,” katanya.
Kepala Badan Intelijen Strategis TNI selaku Pembina IKKT Pragati Wira Anggini Cabang BS I BAIS TNI, Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto mengatakan, IKKT mitra TNI yang paling dekat dan mempunyai andil besar untuk membantu TNI dalam mengatasi setiap dinamika.
“Saya menyadari betapa berat beban tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh ibu-ibu, manakala suami sedang sibuk menjalankan tugas kedinasan, ibu-ibu harus tetap berjuang karena dituntut perannya untuk dapat memberikan motivasi dan dorongan semangat maupun moril kepada suami agar senantiasa dapat melaksanakan tugas dengan baik dan meraih kesuksesan,” katanya.***










