Connect with us

Internasional

Usai Penembakan, Ukraina Latihan Darurat di Dekat Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia

Avatar

Diterbitkan

pada

Ukraina Latihan Darurat di Dekat Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia

Ukraina Latihan Darurat di Dekat Pembangkit Nuklir Zaporizhzhia (Foto: Reuters)

FAKTUAL-INDONESIA: Pihak berwenang Ukraina melakukan latihan tanggap bencana pada Rabu (17/8/2022) menyusul penembakan berulang kali di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia, yang terbesar dari jenisnya di Eropa.

Melansir CNA, Kamis (18/8/2022), kedua belah pihak menuduh yang lain melakukan serangan di sekitar fasilitas dalam beberapa hari terakhir dan terlibat dalam apa yang mereka sebut “terorisme nuklir”.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang menginginkan zona demiliterisasi didirikan di sekitar pabrik untuk menghindari potensi bencana, akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Kamis untuk pembicaraan.

Sebagai bagian dari latihan darurat, responden pertama Ukraina mengenakan peralatan pelindung lengkap dan kemudian berurusan dengan seorang pria yang berpura-pura menjadi korban.

Baca juga: Presiden Ukraina Serukan Tekanan Lebih Keras terhadap Teror Nuklir Rusia

Setelah tim melakukan pemindaian radiasi, mereka membaringkan pasien di atas tandu, menutupinya dengan lapisan perak mengkilap dan kemudian memasukkannya ke dalam ambulans.

Advertisement

Responden pertama sendiri kemudian diperiksa untuk radiasi sebelum disemprot dan membuang peralatan mereka. Latihan akan diulang dalam beberapa hari mendatang, kata pihak berwenang.

Menteri Energi Ukraina Herman Halushchenko mengatakan pemerintahnya sangat prihatin dengan keselamatan pabrik di Enerhodar di tenggara negara itu.

“Itu sebabnya kami di sini, itu sebabnya kami membuat grup ini,” kata Halushchenko kepada wartawan.

Ukraina dan Rusia mengatakan mereka ingin inspektur Badan Energi Atom Internasional untuk mengunjungi pabrik. Kepala badan tersebut, Rafael Grossi, telah mengatakan bahwa dia siap untuk memimpin sebuah misi.

Baca juga: Drone Ukraina Serang Armada Laut Hitam Rusia, 5 Orang Terluka

“Mereka perlu memberikan beberapa perkiraan teknis tentang apa yang terjadi karena kami tidak memiliki informasi konkret tentang apa yang terjadi di dalam,” kata Halushchenko.

Advertisement

Pabrik masih dijalankan oleh teknisi Ukraina meskipun pasukan Rusia merebutnya pada bulan Maret selama tahap awal invasi ke Ukraina.

Moskow menyebut invasinya sebagai operasi demiliterisasi tetangganya dan melindungi komunitas berbahasa Rusia. Ukraina dan sekutunya menuduh Rusia melancarkan perang penaklukan ala kekaisaran.***

Lanjutkan Membaca