Internasional
Makin Panas, Jet Tempur Yunani dan Turki Berhadapan di Langit laut Aegea

Jet Tempur Yunani dan Turki Berhadapan di Langit laut Aegea (Foto: Greek Reporter)
FAKTUAL-INDONESIA: Anggota NATO Yunani dan Turki memiliki sengketa perbatasan laut dan udara yang telah berlangsung berabad-abad, termasuk pembagian Siprus tahun 1974, serta penemuan bahan bakar fosil di Mediterania. Gesekan ini telah membawa mereka ke ambang perang tiga kali dalam setengah abad terakhir.
Kementerian Pertahanan Yunani melaporkan bahwa dalam 24 jam terakhir, 57 kasus pelanggaran wilayah udara negara itu telah dilakukan oleh pesawat tempur dan drone Turki, melansir IranPress, Senin (5/9/2022).
Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan pada hari Minggu bahwa Yunani sejauh ini telah melanggar ruang udara dan laut Turki dalam 1123 kasus.
Baca juga: Turki Tantang Yunani Atas Pelanggaran Wilayah Udara, Isyaratkan Aksi Militer
Dalam beberapa pekan terakhir, Turki menuduh Yunani menggunakan sistem rudal S-300 buatan Rusia di Kreta untuk memasang kunci radar pada jet Turki.
Ankara juga mengatakan F-16 Yunani mengganggu jet Turki dengan menempatkan mereka di bawah kunci radar selama misi NATO di Mediterania timur. Yunani telah membantah klaim ini dan menuduh Turki melanggar wilayah udaranya.
Pada saat yang sama, Turki mengklaim bahwa Yunani melanggar perjanjian internasional dengan melakukan militerisasi pulau-pulau di Laut Aegea.***













