Internasional
Berlebihan, Brand Asal Singapura Sematkan Lafadz Allah pada Bikini

Seorang pengguna TikTok dengan akun Abu.toz mengunggah video yang menunjukkan Lafadz Allah pada Bikini dan dianggap tidak menghina Islam (Foto: Tangkapan layar)
FAKTUAL-INDONESIA: Seorang pengguna TikTok dengan akun Abu.toz mengunggah video yang meresehkan. Pemilik akun tersebut menjelaskan ada sebuah produsen pakaian asal Singapura yang memproduksi bikini dengan motif atau gambar lafadz Allah dan tulisan Alquran yang dianggap tidak menghormati umat Islam.
Akun Abu.toz mengungkapkan keterkejutannya setelah menemukan Playmate, sebuah toko online, yang menjual bikini dengan desain ayat-ayat Alquran di atasnya.
Pria amerika beragama Islam ini menunjukkan beberapa pakaian bikini yang diperagakan para model, dengan gambar bikini bertuliskan ayat-ayat Alquran.
Ia mengatakan bahwa kita (Muslim) perlu melakukan sesuatu tentang produk pakaian yang dia sebut “penghinaan terhadap Islam. ”
Baca juga: Imbas Politisi India Hina Nabi Muhammad, Produk India Diboikot Negara Arab
“Produksi bikini dengan tulisan Arab berwarna emas adalah bagian dari gelombang Islamofobia yang sering digaungkan akhir-akhir ini. Namun, ini sangat tidak sopan bagi jutaan Muslim di seluruh dunia,” ujar pemilik akun tersebut, sebagaimana dikutip dari The Islamic Information, Senin (27/6/2022).
Ketika dirinya mengetahui bahwa merek pakaian Playmate berlokasi di Paya Lebar, Singapura, pria itu tidak dapat menahan diri dengan mengatakan bahwa dia telah kehilangan rasa hormat terhadap Singapura.
Tak sampai itu, ia juga meminta pertanggungjawaban Singapura karena mengizinkan hal-hal seperti ini diposting di situs web mereka. Dia meminta perusahaan untuk berhenti memproduksi bikini dengan ayat-ayat Alquran.
Kendati banyak yang yang mendukung Toz, perkataannya justru meyinggung warga Singapura karena dianggap telah memfitnah warga Singapura secara keseluruhan.
Setelah menerima beberapa komentar balik negatif, Toz.Tube meminta maaf atas komentarnya tentang orang Singapura. Ia mengaku emosi saat membuat video tersebut dan tidak berniat menyerang warga Singapura.
Baca juga: Temui Ketua MUI, Hotman Paris Selaku Salah Satu Pemegang Saham Holywings Minta Maaf
Namun permintaan maafnya ditolak karena netizen merasa permintaan maaf itu tidak tulus karena dia mengatakan bahwa “dibutuhkan seseorang dari Amerika untuk menemukan pakaian wanita yang tidak sopan ini.”
Sementara itu, beberapa pengguna lain mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut harus dilakukan di situs web karena ketika mereka mencari daftar Otoritas Akuntansi dan Pengatur Perusahaan, tidak memberikan hasil yang cocok dengan Playmate dengan alamat Paya Lebar.
Perusahaan tersebut diketahui beroperasi di Amerika Serikat, dengan pemasok dari Zhejiang, China. Pada saat penulisan, item dengan “Ayat-Ayat Quran,” yang menjadi objek perdebatan online, telah dihapus dari toko online.***














