Connect with us

Internasional

Iran Klaim Tangkap Ribuan Orang Terkait Terorisme di Tengah Gelombang Protes

Diterbitkan

pada

Iran Klaim Tangkap Ribuan Orang Terkait Terorisme di Tengah Gelombang Protes

Demonstrasi di Iran meluas ke seluruh penjuru dunia. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Otoritas Iran mengumumkan penangkapan sekitar 3.000 orang menyusul gelombang demonstrasi antipemerintah yang melanda sejumlah kota dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah menyebut para tahanan memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris dan aktor asing yang dituding memanfaatkan aksi protes untuk mengganggu stabilitas negara.

Baca Juga : Trump Mengendor, Melihat dan Menunggu Perkembangan di Iran setelah Diberi Tahu Penindasan Demontrans Mereda

Media Iran yang dikutip Al Arabiya, Jumat (16/1/2026), melaporkan bahwa penangkapan dilakukan di tengah eskalasi unjuk rasa yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar sejak berdirinya Republik Islam Iran hampir lima dekade lalu. Aksi protes tersebut dilaporkan diwarnai bentrokan, kerusuhan, dan korban jiwa dalam jumlah besar.

Pemerintah Iran menilai demonstrasi tersebut bukan semata-mata gerakan spontan masyarakat, melainkan hasil manipulasi pihak luar. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa “musuh-musuh Iran” berada di balik rangkaian kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah.

Di saat yang sama, situasi dalam negeri Iran memicu reaksi keras dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan bernada ancaman, dengan mengatakan Washington siap melakukan serangan besar terhadap Iran apabila aparat keamanan bertindak represif terhadap para demonstran. Trump juga menyatakan dukungan terhadap massa yang turun ke jalan.

Advertisement

Baca Juga : Ketegangan dengan Iran Meningkat, Amerika dan Inggris Tarik Pasukan dari Pangkalan Utama Timur Tengah

Ancaman tersebut langsung dibalas oleh Teheran. Otoritas Iran menyatakan akan menargetkan kepentingan dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah apabila Washington mengambil langkah militer. Ketegangan pun meningkat, seiring pernyataan sejumlah pejabat AS bahwa opsi militer tetap terbuka.

Hingga pertengahan Januari, Amerika Serikat juga mengingatkan Iran agar tidak menjatuhkan hukuman mati terhadap para demonstran yang ditangkap.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa seluruh pilihan respons masih dipertimbangkan oleh Washington.

Situasi geopolitik semakin memanas dengan pergerakan militer AS ke kawasan. Kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal pengawalnya dilaporkan sedang menuju Timur Tengah.

Baca Juga : Trump Ungkap Iran Ingin Bernegosiasi, Segera Bertemu Penasehat Senior Tentukan Opsi Tindakan Militer

Media Amerika Serikat, New York Times, mengutip dua pejabat anonim yang menyebut armada tersebut diperkirakan tiba dalam waktu sekitar satu pekan.

Advertisement

Selain itu, Pentagon juga mengirimkan tambahan aset militer, termasuk pesawat tempur dan sistem pertahanan udara. Penguatan ini disebut bertujuan melindungi pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk, khususnya Pangkalan Udara al-Udaid di Qatar.

Menurut laporan New York Times, peningkatan kehadiran militer AS dimaksudkan untuk mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut di Iran sekaligus memberi fleksibilitas strategis bagi Presiden Trump dalam menentukan langkah lanjutan terhadap Teheran.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement