Internasional
AS Evakuasi Lebih dari 50 Ribu Warganya dari Timur Tengah Usai Konflik dengan Iran Memanas

Sejumlah warga di AS melakukan aksi demo penolakan perang AS melawan Iran. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Amerika Serikat telah mengevakuasi puluhan ribu warganya dari kawasan Timur Tengah sejak meningkatnya konflik dengan Iran.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyampaikan bahwa lebih dari 50.000 warga Amerika telah menerima bantuan evakuasi dan panduan keamanan sejak dimulainya operasi militer pada akhir Februari 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah AS telah mengoperasikan lebih dari 60 penerbangan carter untuk mendukung proses evakuasi tersebut. Secara keseluruhan, sejak 28 Februari 2026, lebih dari 70.000 warga AS dilaporkan telah kembali dengan selamat dari kawasan Timur Tengah.
Evakuasi besar-besaran ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan, setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota, Teheran.
Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan luas dan korban sipil. Dalam perkembangan yang dramatis, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, disebut tewas dalam rangkaian serangan tersebut. Selain itu, sebuah sekolah perempuan juga dilaporkan terdampak serangan, menyebabkan ratusan korban jiwa.
Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah target militer milik AS di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, AS dan Israel menyatakan bahwa operasi militer dilakukan untuk merespons ancaman dari program nuklir Iran. Namun, pernyataan selanjutnya mengindikasikan adanya tujuan yang lebih luas, termasuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Ketegangan yang terus meningkat ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global terkait keamanan dan geopolitik internasional.***














