Connect with us

Internasional

Tank-tank Israel Merangsek ke Tengah Kota, Situasi Gaza Makin Mengerikan setelah Internet Terputus

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tank-tank Israel Merangsek ke Tengah Kota, Situasi Gaza Makin Mengerikan setelah Internet Terputus

Jalur Gaza makin mengerikan bagi warga Palestina setelah tank-tank Israel terus menyerbu ke tengah kota dan jaringan internet serta telepon mati di seluruh wilayah

FAKTUAL INDONESIA: Situasi Jalur Gaza tambah mengerikan bagi warga Palestina. Pada hari ketiga serangan darat besar-besaran, tank-tank Israel  terus merangsek ke pusat  kota. Di tengah-tengah tekanan kekejaman Israel itu kondisi bertambah buruh setelah saluran internet dan telepon terputus di seluruh Jalur Gaza.

Kondisi itu menjadi tanda operasi darat Israel akan makin meningkat. Seorang penduduk bahkan menyatakan, pertanda buruk, sesuatu yang brutal akan terjadi.

Setidaknya 85 warga Palestina tewas akibat serangan atau tembakan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, sebagian besar di Kota Gaza, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut. Sementara militer Israel mengatakan empat personelnya tewas dalam pertempuran di Gaza selatan.

Baca Juga : Israel Bombardir Tanpa Henti dan Membakar Gaza di tengah Kecaman Global, Ratusan Warga Palestina Tewas

“Pemutusan layanan internet dan telepon adalah pertanda buruk. Itu selalu menjadi pertanda buruk, sesuatu yang sangat brutal akan terjadi,” kata Ismail, yang hanya menyebutkan satu nama. Ia menggunakan e-SIM untuk menghubungkan ponselnya, sebuah metode berbahaya karena harus mencari tempat yang lebih tinggi untuk menerima sinyal.

Pasukan Israel menguasai pinggiran timur Kota Gaza dan dalam beberapa hari terakhir telah menggempur daerah Sheikh Radwan dan Tel Al-Hawa.  Dari sana militer Israel akan diposisikan untuk maju ke daerah tengah dan barat tempat sebagian besar penduduk berlindung.

Advertisement

Dalam perkembangan terpisah, Israel menyerang target militer Hizbullah di Lebanon selatan, sementara dua warga Israel tewas di Persimpangan Allenby antara Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yordania, dalam apa yang disebut militer Israel sebagai “serangan brutal.”

Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani mengatakan pasukan telah beroperasi di pinggiran kota selama beberapa minggu, tetapi sejak malam Senin hingga Selasa, sejumlah besar pasukan mulai bergerak menuju pusat kota.

Baca Juga : Hamas Merilis Video Dua Sandera, Israel Membalas dengan Mengebom Gedung Tinggi di Gaza

Ia mengatakan kombinasi infanteri, tank, dan artileri sedang maju, didukung oleh angkatan udara, dan itu adalah proses bertahap yang akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Sebanyak 48 sandera yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, masih berada di Gaza dan pejabat Israel yakin sekitar 20 orang masih hidup.

Keluarga sandera memohon kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menghentikan serangan terhadap Gaza dan sebagai gantinya menegosiasikan gencatan senjata dengan Hamas untuk membebaskan orang yang mereka cintai, tetapi Netanyahu mengatakan kemenangan militer akan membawa mereka pulang.

Advertisement

Sayap bersenjata Hamas mengatakan pada hari Kamis para sandera disebarkan ke seluruh lingkungan Kota Gaza.

“Awal operasi kriminal ini dan perluasannya berarti Anda tidak akan menerima tawanan, hidup atau mati,” katanya dalam pernyataan tertulis.

Baca Juga : Israel Makin Tingkatkan Kekejamannya di Gaza, Nasib Keluarga Pengungsi Palestina Mengerikan

Target Utama

Perusahaan Telekomunikasi Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa layanannya telah diputus “karena agresi yang sedang berlangsung dan penargetan rute jaringan utama.”

Dalam pernyataan terbarunya kepada media, disebutkan bahwa pasukan Israel memperluas operasi mereka di Kota Gaza, membongkar apa yang disebutnya infrastruktur  dan melenyapkan pejuang Hamas serta terus beroperasi di Khan Younis dan Rafah di selatan.

Advertisement

Israel mengatakan ingin menghancurkan kelompok militan Palestina Hamas di bentengnya dan membebaskan sandera terakhir yang masih ditahan di Gaza, tetapi serangan besar terbarunya setelah dua tahun perang yang menghancurkan telah menuai kecaman internasional.

Ratusan ribu warga Palestina telah meninggalkan Kota Gaza sejak Israel mengumumkan pada 10 Agustus bahwa mereka bermaksud mengambil alih kendali, tetapi lebih banyak lagi yang tetap tinggal di tempat, baik di rumah-rumah yang hancur di antara reruntuhan atau di perkemahan tenda darurat.

Bassam Al-Qanou, seorang pengungsi yang berlindung bersama sekitar 30 anggota keluarga di sebuah kamp tenda darurat yang kumuh di pantai, mengatakan mereka tidak punya cara untuk keluar, dan tidak punya tempat tujuan.

“Kami takut, tapi mau bagaimana lagi?” ujarnya, seraya menambahkan bahwa anak-anak tidak bisa tidur karena ketakutan dan dentuman serangan rudal yang tak henti-hentinya dari laut, udara, dan darat.

Baca Juga : 20 Orang Tewas Termasuk 5 Wartawan setelah Israel Dua Kali Menyerang Rumah Sakit Nasser di Gaza

Ribuan warga Palestina berhamburan keluar dari Kota Gaza saat Israel melancarkan serangan darat pada hari Selasa, tetapi ratusan ribu lainnya masih bertahan di kota yang sudah hancur akibat perang selama hampir dua tahun. Beberapa penduduk, beberapa di antaranya sebelumnya melarikan diri ke selatan tetapi telah kembali, menceritakan kepada videografer lepas CBC News, Mohamed El Saife, alasan mereka tetap bertahan.

Advertisement

Militer telah menyebarkan selebaran yang mendesak penduduk untuk mengungsi menuju “zona kemanusiaan” yang telah ditentukan di bagian selatan wilayah tersebut, tetapi kondisi di sana sangat buruk, dengan makanan, obat-obatan, dan ruang yang tidak mencukupi serta tempat berlindung yang tidak memadai.

Tank Masuk Permukiman

Di Sheikh Radwan, yang terletak di utara pusat kota dan telah menjadi sasaran pemboman hebat dalam beberapa hari terakhir, penduduk mengatakan mereka telah melihat tank di jantung lingkungan mereka.

Baca Juga : Abaikan Kecaman Internasional, Israel Lancarkan Serangan Baru dengan Membom Gaza

Mereka juga mengatakan pasukan Israel telah meledakkan empat kendaraan tanpa pengemudi yang penuh dengan bahan peledak dan ledakan tersebut telah menghancurkan banyak rumah.

Ledakan serupa telah mengguncang Tel Al-Hawa, yang terletak di tenggara pusat kota, dan penduduk di sana juga melaporkan melihat tank di jalan-jalan.

Advertisement

Total korban tewas warga Palestina akibat perang dua tahun antara Israel dan Hamas melampaui 65.000 pada hari Rabu, menurut otoritas kesehatan Gaza. Para pejabat Palestina dan petugas penyelamat mengatakan angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena banyak jenazah yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.

Perang tersebut dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan 251 orang disandera, menurut penghitungan Israel.

Sebagian besar Kota Gaza hancur pada awal perang, tetapi sekitar 1 juta warga Palestina telah kembali ke rumah mereka di antara reruntuhan karena kondisi mengerikan di daerah pengungsian. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement