Internasional
Rusia akan Membantu Menyeleksi dan Melatih Kosmonot Pertama Myanmar

Kepala perusahaan antariksa Roscosmos Rusia, Dmitry Bakanov bertemu dengan Min Aung Hlaing, kepala junta militer Myanmar, dan berjanji akan membantu menyeleksi dan melatih kosmonaut pertama Myanmar
FAKTUAL INDONESIA: Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka akan membantu menyeleksi dan melatih kosmonot pertama Myanmar sebagai tanda meningkatnya hubungan dengan negara Asia Tenggara tersebut.
Tawaran itu disampaikan saat kunjungan Dmitry Bakanov, kepala badan antariksa Rusia Roscosmos, ke Myanmar pekan ini, di mana ia menandatangani perjanjian dengan mitranya dari Myanmar tentang pengembangan kerja sama dalam penerbangan luar angkasa berawak.
Baca Juga : Kemlu Pulangkan 90 WNI Korban Penipuan Daring dari Perbatasan Myanmar–Thailand
Roscosmos mengatakan Bakanov juga bertemu dengan Min Aung Hlaing, kepala junta militer Myanmar.
Seperti dilansir straitstimes, Roscosmos mengatakan Myanmar akan mengerahkan stasiun pengumpulan data untuk sistem navigasi satelit GLONASS Rusia, dan menyediakan lokasi untuk sistem peringatan guna melacak objek berbahaya di ruang angkasa dekat Bumi.
Min Aung Hlaing mengunjungi Moskow tahun lalu untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin, dan kedua negara kemudian menandatangani kesepakatan investasi yang diharapkan Rusia akan membuka peluang di Myanmar bagi perusahaan energinya.
Baca Juga : Hari Ini Pemilu Pertama Myanmar dalam Lima Tahun Terakhir, Dibayangi Pemerintahan Militer dan Perang Saudara
Rusia juga telah menandatangani kontrak untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil di Myanmar, tempat junta merebut kekuasaan pada tahun 2021 dengan menggulingkan pemerintahan terpilih pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi. ***













