Internasional
Pakistan–Afghanistan Saling Serang di Perbatasan, Tiga Orang Dilaporkan Tewas

Pakistan dan Afghanistan saling serang. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah kedua negara terlibat aksi saling serang di wilayah perbatasan. Media Afghanistan melaporkan, serangan terbaru terjadi di Provinsi Khost dan Nangarhar pada Jumat (27/2), menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Menurut laporan media setempat, serangan dilakukan Pakistan ke sejumlah titik di Afghanistan timur dan tenggara. Insiden ini merupakan rangkaian eskalasi setelah sehari sebelumnya Afghanistan melancarkan operasi militer terhadap pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand, perbatasan yang selama ini menjadi sumber sengketa karena tidak diakui secara resmi oleh Kabul.
Baca Juga : Serangan Bom Bunuh Diri Kelompok Militan Tewaskan 11 Tentara Pakistan dan Seorang Anak
Operasi militer Afghanistan tersebut disebut sebagai respons atas pengeboman yang sebelumnya dilakukan angkatan udara Pakistan. Situasi kemudian meningkat ketika Pakistan membalas dengan tembakan artileri dan menyatakan status “perang terbuka” terhadap Afghanistan.
Laporan TOLOnews menyebutkan otoritas Provinsi Nangarhar mengonfirmasi adanya serangan roket yang diluncurkan dari wilayah Pakistan ke beberapa lokasi. Sebuah kamp tenda dilaporkan terkena dampak serangan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Afghanistan, Bakhtar News Agency, melaporkan militer Pakistan juga menyerang sejumlah distrik di Provinsi Khost yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Dalam serangan tersebut, tiga orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga : Kelompok Militan Tewaskan Lima Polisi Dalam Serangan di Barat Laut Pakistan
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi terbaru dari pemerintah Pakistan terkait rincian korban maupun perkembangan situasi di lapangan. Ketegangan di sepanjang Garis Durand sendiri telah berlangsung lama dan kerap memicu bentrokan bersenjata antara kedua negara.
Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran akan memburuknya stabilitas keamanan di kawasan perbatasan, yang selama ini menjadi titik rawan konflik dan aktivitas militan.***













