Connect with us

Internasional

Pria Pembekuk Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney Ternyata Pemilik Toko Buah Baru Selesai Operasi, 16 Tewas

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ahmed Al Ahmed (kanan atas) digelari pahlawan setelah melakukan aksi heroik membekuk salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025)

Ahmed Al Ahmed (kanan atas) digelari pahlawan setelah melakukan aksi heroik membekuk salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Pria pelaku aksi heroik membekuk, membanting dan merampas senjata pelaku penembakan brutal di Pantai Bondi Australia yang menewaskan 15 orang ternyata seorang pemilik toko buah di Sydney. Bahkan pria bernama Ahmed Al Ahmed itu sedang dalam pemulihan setelah usai menjalani operasi.

Ketika penembakan brutal itu terjadi, seperti dilansir media sosial, Ahmed yang berusia 43 tahun bersembunyi di balik mobil. Kemudian dia mengendap-endap mendekati pelaku penembakan dari belakang. Setelah dekat Ahmed langsung membekuk, merampas senjata dan membanting pelaku. Ahmed langsung menodongkan senjata ke arah pelaku yang pelan-pelan mundur ke belakang.

Baca Juga : Penembakan di Sekolah Katolik Minneapolis: Anak 8 dan 10 Tahun Tewas, 17 Luka-luka, Pelaku Bunuh Diri

Seperti dikatakan polisi Australia, Senin (15/12/2025), seorang ayah berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun melakukan serangan penembakan brutal ke arah  sebuah perayaan Yahudi di Pantai Bondi pada Minggu sore. Penembakan massal yang menewaskan 16 orang itu merupakan peristiwa penembakan massal terburuk dalam hampir 30 tahun terakhir di negara tersebut.

Media Australia menyebutkan salah satu dari dua terduga pelaku penembakan di Pantai Bondi sebagai Naveed Akram dari pinggiran kota Sydney, Bonnyrigg. Naveed Akram, 24 tahun, berada dalam tahanan polisi, sementara pelaku lainnya, ayahnya yang berusia 50 tahun, Sajid, tewas.

Beberapa video yang diunggah ke media sosial menunjukkan kedua pria bersenjata itu berdiri di jembatan penyeberangan yang menghubungkan Campbell Parade ke Bondi Pavilion dan melepaskan tembakan ke arah kerumunan.

Advertisement

Ucapan belasungkawa mengalir dari para pemimpin baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Selain itu pujian juga diarahkan ke Ahmed.

Baca Juga : Prajurit Tersangka Pelaku Penembakan di Fort Stewart Georgia Ditangkap, 5 Tentara Terluka

Presiden AS Donald Trump menyebut Ahmed sebagai “orang yang sangat, sangat berani” yang menyelamatkan banyak nyawa. Chris Minns, perdana menteri negara bagian New South Wales tempat Sydney berada, memujinya sebagai “pahlawan sejati” dan mengatakan video itu adalah “adegan paling luar biasa yang pernah saya lihat”.

Sebuah kampanye GoFundMe telah dibuat untuk Bapak Ahmed dengan dana yang terkumpul lebih dari A$200.000 (S$171.720) dalam beberapa jam. Manajer hedge fund miliarder Bill Ackman adalah donor terbesar, menyumbang A$99.999 dan membagikan penggalangan dana tersebut di akun X miliknya.

Pada saat yang sama, sekelompok petugas penyelamat pantai yang sedang merayakan pesta Natal mereka membuka pintu dan kotak P3K untuk membantu mereka yang terjebak dalam baku tembak.

Baca Juga : Imigrasi Mengamankan WNA Australia di Bandara Soeta, Diduga Pelaku Penembakan di Bali

Mustafa, sepupu Ahmed, menceritakan kepada 7News Australia bahwa dokter memberi tahu keluarga bahwa kondisi Ahmed baru stabil setelah operasi.

Advertisement

“Dia adalah seorang pahlawan, dia benar-benar pahlawan,” kata Mustafa. “Dia masih dirawat di rumah sakit dan kami tidak tahu persis apa yang terjadi di dalam tubuhnya… tapi kami berharap dia akan baik-baik saja.”

Dia menceritakan sepupunya, seorang warga negara Australia yang berasal dari Suriah, yang mengatakan kepadanya bahwa “Tuhan memberi saya keberanian untuk menerjang pria bersenjata itu”.

“Dia tidak memikirkan kematian ketika melihat peluru beterbangan di udara,” kata Al Asaad kepada BBC Arabic semalam.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement