Internasional
Abramovich Diracun Kelompok Garis Keras Rusia saat Pembicaraan Damai di Kiev Ukraina

Abramovich difoto di bandara Tel Aviv pada 14 Maret, sepuluh hari setelah dugaan keracunan
FAKTUAL-INDONESIA: Miliarder Rusia Roman Abramovich menderita gejala dugaan keracunan pada pembicaraan di Kiev awal bulan ini.
Menurut sumber yang dekat dengan Abramovich, pemilik Chelsea FC yang kini sudah sembuh itu dikabarkan mengalami sakit mata dan kulit mengelupas.
Selain Abramovich, dua negosiator perdamaian Ukraina juga dikatakan terpengaruh.
The Wall Street Journal melaporkan klaim dugaan peracunan itu diatur oleh kelompok garis keras di Rusia yang ingin menyabotase pembicaraan.
Kondisi Abramovich dan negosiator Ukraina, termasuk anggota parlemen Ukraina Rustem Umerov, telah membaik sejak insiden pada 3 Maret.
Sebuah sumber yang dekat dengan Abramovich mengatakan kepada BBC bahwa dia menderita gejala yang diduga keracunan. Mereka mengatakan dia sekarang telah pulih dan melanjutkan negosiasi untuk mencoba dan mengakhiri perang di Ukraina.
Abramovich melakukan perjalanan antara Moskow dan Kiev untuk beberapa putaran pembicaraan pada awal bulan.
Miliarder Rusia itu dilaporkan bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky selama perjalanan, tetapi pemimpin Ukraina itu tidak terpengaruh dan juru bicaranya tidak memiliki informasi tentang insiden tersebut.
Kelompok jurnalisme investigasi Bellingcat mengatakan Abramovich dan para perunding menderita gejala “konsisten dengan keracunan dengan senjata kimia”.
Gejalanya termasuk “radang mata dan kulit serta rasa sakit yang menusuk di mata”, lapor Bellingcat.
Seorang juru bicara Abramovich sebelumnya mengatakan dia memainkan peran “terbatas” dalam mencoba menemukan “resolusi damai” antara kedua negara.
Abramovich diberi sanksi oleh pemerintah Inggris awal bulan ini atas dugaan hubungannya dengan Presiden Rusia Putin. ***











