Ekonomi
IHSG BEI Rabu 29 Juli 2026: Anjlok ke 6.091, Ini Penyebab & Prediksi Kamis
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan posisinya di zona hijau dan terpaksa ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/7/2026).
Pada penutupan perdagangan Rabu sore, IHSG terkoreksi sebesar 39,20 poin atau 0,64 persen hingga mendarat di posisi 6.091,39.
IHSG sempat bergerak variatif sepanjang hari, dibuka di posisi menguat 10,57 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.141,16.
Bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 6.174,41 sebelum akhirnya tertekan hingga batas terendah harian di level 6.029,32.
Di tingkat regional, bursa saham Asia sore ini bergerak variatif. Indeks Nikkei melemah 1,03 persen ke 61.724,00, indeks Shanghai menguat 0,40 persen ke 3.828,47, indeks Hang Seng menguat 1,96 persen ke 25.807,92, indeks Kospi melemah 5,98 persen ke 5.663,24, dan indeks Strait Times menguat 1,57 persen ke 5.704,54.
Biang Kerok Pelemahan: Sentimen Global & Profit Taking
Pelemahan bursa domestik dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal:
- Eskalasi Ketegangan Geopolitik Global
Kembali memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah memicu kecemasan pasar atas potensi gangguan pasokan energi global. Hal ini membuat bursa Asia bergerak cenderung bervariasi dan memicu sikap risk-off dari pemodal.
- Aksi Profit Taking & Ketidakpastian Suku Bunga
Setelah tren penguatan sebelumnya, investor memanfaatkan momen untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking). Ekspektasi suku bunga dan penundaan beberapa proyek komersial turut memberatkan saham-saham di sektor properti serta infrastruktur.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, seperti dilansir Media Indonesia, menyatakan bahwa pergerakan indeks hari ini sangat terbebani oleh faktor eksternal dan internal. Dari sisi mancanegara, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan energi global.
Konflik di Timur Tengah memanas setelah Iran menembakkan rudal balistik ke posisi AS, yang kemudian dibalas dengan serangan bersama pasukan Saudi di Irak terhadap kelompok militan dukungan Teheran. Selain itu, pelaku pasar bersikap waspada menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed (FOMC) dengan probabilitas 67,9% suku bunga tetap dipertahankan.
Dari dalam negeri, mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) secara mendadak menjadi sorotan tajam lembaga pemeringkat kredit global seperti Moody’s, Fitch, dan S&P. Ketidakpastian mengenai kepemimpinan definitif BI memicu sikap wait and see karena menyangkut kredibilitas kebijakan moneter dan independensi bank sentral.
Prediksi IHSG Kamis, 30 Juli 2026
Untuk perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, IHSG diproyeksikan masih berada dalam fase konsolidasi rawan koreksi (testing support) dengan kecenderungan bergerak mixed hingga melemah terbatas.
Secara teknikal, histogram positif MACD menyempit dan berpotensi mengalami Death Cross. Namun, IHSG masih bertahan di atas MA20 dan MA50.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.000-6.150 pada perdagangan Kamis (30/7/2026),” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, seperti dipantau dari investor.id, Rabu.
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan, area penguatan IHSG terdekatnya berada di level 6.147-6.219.
MNC Sekuritas memberikan saham ESSA, INCO, INDF, dan MDKA untuk trading, Kamis (30/7/2026).
| Parameter | Level Indeks |
| Support 1 | 6.030 |
| Support 2 | 6.000 |
| Resistance 1 | 6.130 |
| Resistance 2 | 6.175 |
Sentimen & Rekomendasi Strategi Investor
- Uji Support Psikologis: Jika IHSG menembus level support di 6.030, terdapat risiko pengetesan area psikologis 6.000. Namun, jika muncul dorongan beli (technical rebound), rentang resistance terdekat berada pada level 6.130 – 6.175.
- Fokus Sektor Defensif & High-Dividend: Investor disarankan cermat dan lebih selektif. Sektor defensif seperti barang konsumsi primer, kesehatan, dan perbankan big cap yang terkoreksi wajar dapat dilirik untuk strategi buy on weakness.
Pergerakan Pasar Saham 29 Juli 2026
Tekanan jual membayangi mayoritas papan perdagangan. Dari total saham yang ditransaksikan:
- 186 saham menguat
- 494 saham melemah
- 285 saham bergerak stagnan
- Frekuensi transaksi sebanyak 1.955.000 kali dengan
- Volume 38,80 miliar lembar saham
- Nilai transaksi Rp22,95 triliun.
Indeks saham unggulan LQ45 turut mencatatkan pelemahan sebesar 0,25 persen (1,51 poin) ke level 606,52.
Hampir seluruh sektor bermukim di zona merah. Penurunan terdalam dicatatkan oleh sektor Properti & Real Estate yang anjlok hingga 2,62 persen, disusul sektor Infrastruktur yang menyusut 1,59 persen dan sektor Perindustrian yang tergerus 1,39 persen. Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor penahan beban yang mampu merayap tipis di zona hijau (+0,02%). ***












