Connect with us

Hukum

Vanessa Khong Minta Tunda, Bareskrim Polri Batalkan Pemeriksaannya Kamis siang

Avatar

Diterbitkan

pada

Vanessa Khong (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Vanessa Khong dan ayahnya Rudiyanto Pei, melalui kuasa hukum mereka, minta agar pemeriksaan keduanya sebagai tersangka di Bareskrim Polri ditunda.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri pun membatalkan untuk memeriksa dua tersangka kasus penipuan investasi opsi biner (binary option) melalui aplikasi Binomo

Kedua tersangka telah dijadwalkan penyidik untuk diperiksa pada Kamis (14/4/2022) pukul 10.00 WIB. Namun, hingga pukul 17.31 WIB, kedua tersangka belum hadir ke Bareskrim, Mabes Polri.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko menyebutkan, kedua tersangka melalui kuasa hukum mereka telah menyampaikan surat permintaan penundaan pemeriksaan kepada penyidik menjadi pekan depan.

“VK itu minta dijadwalkan hari Senin (18/4/2022), kalau yang lainnya (RP dan NK) hari Rabu (20/4/2022),” ucap Gatot.

Advertisement

Tidak ada, ujarnya, perlakuan istimewa kepada Vanessa Khong, Rudiyanto Pei dan Nathania Kesuma (adik Indra Kenz) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi tidak dilakukan penahanan dan tidak hadir pada pemeriksaan pertama.

“Dia (Vanessa) dipanggil sebagai tersangka hari ini, tapi tim pengacaranya meminta dan memohon kepada penyidik untuk dijadwalkan ulang nanti Senin dan Rabu. Ya kalau tidak ada (permohonan) itu ya ada perintah membawa,” tutur Gatot.

Alasan kuasa hukum menjadwal ulang pemeriksaan, ucap Gatot, karena masih mengumpulkan bukti-bukti yang akan digunakan pada pemeriksaan nanti.

“Tidak ada keistimewaan, jadi alasan dia itu masih mengumpulkan bukti-bukti,” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Vanessa Khong, Brian Praneda mengatakan pihaknya meminta penundaan pemeriksaan karena sedang mempersiapkan bukti-bukti terkait dengan transaksi keuangan yang ada, termasuk mengumpulkan barang-barang yang pernah diterima dari IK.

Advertisement

“Memang kami menyusun dokumen-dokumen untuk bahan pembelaan juga untuk klien saya,” ucapnya.

Kliennya, ujar Brian, punya hak untuk melakukan persiapan-persiapan untuk nantinya dijadikan pembelaan. “Jadi dalam acara hukum pidana tidak ada masalah itu,” katanya.

Vanessa Khong bersama ayah dan adiknya Indra Kenz disangkakan dengan Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan pasal 55 ayat 1e KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Dengan ditetapkan tiga orang tersebut, hingga kini penyidik telah menetapkan tujuh tersangka dalam perkara Binomo.

Empat tersangka lainnya sudah dilakukan penangkapan dan penahanan, yakni Indra Kesuma selaku afiliator, Brian Edgar Nababan selaku manager Binomo Indonesia, Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich selaku guru trading Indra Kenz, serta Wiky Mandara Nurhalim, selaku admin telegram grup milik Indra Kenz.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement