Connect with us

Hukum

Kejaksaan Agung Tak Akan Takut Tangani Kasus Korupsi Minyak Goreng

Diterbitkan

pada

Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin. (Foto :Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Mafia minyak goreng yang menyebabkan harga melambung dan memicu antrean di mana-mana itu, tidak punya empati dan sudah sangat kebangetan. Karena itulah, Kejaksaan Agung memastikan akan memperhitungkan ini dalam tuntutan di proses hukumnya nanti.

Menurut Jaksa Agung, ST Burhanuddin, mereka telah mengabaikan hati nurani dan mengambil keuntungan pribadi yang sangat besar, dari komoditas minyak goreng yang sangat dibutuhkan masyarakat setiap harinya ini. “Kita nggak ngerti hati manusia, kalau punya empati kayaknya nggak mungkin. Ini kebangetan. Kita akan perhitungkan nanti dalam tuntutan,” ujarnya saat menjadi bintang tamu di Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (12/5/2022).

Selaku Jaksa Agung, Burhanuddin memastikan tidak akan takut dan proses hukum akan tetap berjalan meski di belakangnya bisa jadi ada backing dari orang kuat semisal pejabat tinggi level menteri atau jendral. “Backing saya lebih kuat, Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya tidak akan menuding sembarangan, karena masalah hukum tidak bisa sembarangan. Kalau sudah ada bukti, siapapun dia, dipastikan akan masuk (penjara).

Menurutnya, kasus ini sudah berjalan dan Jaksa Agung juga tak mau tergesa-gesa untuk menentukan arahnya akan kemana. Tapi diyakini semua fakta itu nantinya nanti akan terungkap, termasuk siapa yang bermain di belakangnya.

Advertisement

Para koruptor itu, kata dia, tak ubahnya seperti maling ayam, karena sama-sama mencuri. Bedanya, para koruptor minyak goreng ini memiliki uang banyak yang bisa berbuat apa saja dan diyakini berbagai kalangan, punya backing.

Yang jelas, Jaksa Agung memastikan kelangkaan minyak goreng itu bukan akibat kegagalan sistem. Karena berdasarkan sistem, dari 100 persen produksi itu 80 persennya untuk kebutuhan dalam negeri dan hanya 20 persen saja yang diekspor.

Di dalam sistem juga sudah ada pengawasannya. “Sebagus apapun sistemnya, tetap harus diawasi. Karena managemen kontroling itu faktor utama,” tegasnya.

Terkait pengungkapan kasus itu, pihaknya mengaku mendapat respon positif dari masyarakat. Karena setelah ada yang ditangkap, harga minyak goreng langsung turun dan tak ada lagi antrean.

Pihaknya bersyukur karena ini memperlihatkan bahwa pemerintah ada. “Ini menunjukkan bahwa pemerintah ada, tidak diam. Ini juga bukti bahwa pemerintah tidak kalah dengan kejahatan. Saya tak sebut mafia.” ujarnya.

Advertisement

Jaksa Agung juga mengaku kasihan dengan Presiden Joko Widodo selaku atasannya, karena diserang terus menerus gara-gara ulah koruptor minyak goreng ini. Presiden disebet telah berusaha menjadi pelayan masyarakat, tapi di titik ini keperceyaannya diturunkan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement