Ekonomi
Pengusaha Jawa Tengah Tingkatkan Pesanan dari Luar Negeri

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi. (Istimewa)
FAKTUALid – Terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se Jawa-Bali yang dilaksanakan mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021, para pengusaha di Jawa Tengah pun menyiapkan strategi baru serta menempuh langkah antisipatif dalam menjalankan bisnisnya.
Kebijakan PPKM Darurat, terpaksa harus menghentikan kegiatan usaha di pusat perbelanjaan dan mal yang berdampak pada pola konsumsi masyarakat, khususnya di dalam negeri.
“Memang kondisi ini tidak bisa dihindari. Karena mal tutup total, pasti akan sangat berpengaruh kepada pemasaran produk kita di dalam negeri,” terang Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, Jumat (2/7/2021.
Menurut Frans, selama PPKM Darurat nanti pengusaha Jateng akan fokus meningkatkan pesanan dari luar negeri. Para pengusaha mesti terus mencari pasar ekspor.
Langkah itu ditempuh, untuk memastikan cash flow perusahaan. Sementara, kinerja ekspor Jawa Tengah pun dilaporkan tengah mengendur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, nilai ekspor Jateng per Mei 2021 mencapai US$649,15 juta.
Angka tersebut mengalami penurunan 25,67% (m-to-m) meskipun masih lebih baik dibanding periode yang sama di tahun 2021 (y-o-y). Penurunan nilai ekspor Jateng utamanya disebabkan turunnya permintaan produk nonmigas. BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat 13 negara tujuan utama ekspor tercatat mengurangi permintaannya pada Mei.
Frans berharap, pemerintah berperan aktif menanggulangi dampak ekonomi dari PPKM Darurat. “Ekspor kita sebetulnya masih belum sepenuhnya pulih. Baru sekitar 60% dari kondisi sebelum Covid-19. Yang jelas, ketika pasar dalam negeri terganggu, kita harapkan belanja dari pemerintah dipercepat,” ungkapnya.
Frans juga mengharapkan bantuan pemerintah pada pelaku industri di Indonesia. Terlebih di wilayah yang memberlakukan PPKM Darurat. “Kita lihat perkembangan ke depannya seperti apa. Mungkin pemerintah perlu memberikan stimulus kembali ke dunia usaha, seperti yang pernah diberikan tahun lalu,” ucapnya. (Ki Pujo Pandunung)***














