Connect with us

Ekonomi

Redup, Harga Emas Turun di Bawah US$1.700, Apa Penyebabnya?

Avatar

Diterbitkan

pada

harga emas turun

Redup, Harga Emas Turun di Bawah US$1.700. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pada hari Kamis (1/9/2022), harga emas turun di bawah level kunci US$1.700 untuk pertama kalinya sejak Juli. Penurunan ini karena dolar yang meningkat dan ekspektasi atas kenaikan suku bunga.

Pada perdagangan Kamis lalu, spot gold turun 0,8 persen pada US$1,696.76 per ounce pada 13:58 ET, setelah turun ke level terendah sejak 21 Juli di awal sesi. Emas berjangka AS menetap 1 persen lebih rendah pada US$1.709,3.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terpangkas lagi 16,90 dolar AS atau 0,98 persen menjadi ditutup pada 1.709,30 dolar AS per ounce, setelah jatuh ke level terendah sesi di 1.699,10 dolar AS per ounce, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Di Tengah Larangan Pasar Eropa, Emas Rusia Dialihkan ke China

Emas berjangka tergelincir 10,1 dolar AS atau 0,58 persen menjadi 1.726,20 dolar AS pada Rabu (31/8/2022), setelah jatuh 13,4 dolar AS atau 0,77 persen menjadi 1.736,30 dolar AS pada Selasa (30/8/2022), dan turun tipis 0,10 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.749,70 dolar AS pada Senin (29/8).

Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (1/9) juga menekan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal AS turun 5.000 menjadi 232.000 dalam pekan yang berakhir 27 Agustus 2022.

Advertisement

Harga emas turun tentu merupakan kabar buruk bagi masyarakat. Emas dianggap sebagai penyimpanan nilai yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi. Namun di tengah situasi yang lebih tinggi kali ini cenderung menghilangkan kilau aset itu.

Jika The Fed tetap pada mandat inflasi dan mempertahankan suku bunga tinggi dan menahan diri dari pemotongan suku bunga bahkan dalam resesi, itu bukan pertanda baik untuk emas,” kata Ahli strategi komoditas di TD Securities, Daniel Ghali.

Baca juga: Jumat (2/9), Harga Emas Antam Turun Rp2.000 Jadi Rp947.000 per Gram

“Jika emas menembus di bawah kisaran $1.675, kami memperkirakan tekanan jual substansial akan muncul,” katanya.

Melihat sentimen investor terkait harga emas turun tersebut, kepemilikan di SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, turun menjadi 31.294.673 ons pada hari Rabu, dan itu terendah sejak Januari.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement