Connect with us

Ekonomi

Prabowo Resmikan RDMP Pertamina Balikpapan, Kilang Terbesar di Indonesia

Diterbitkan

pada

Prabowo Resmikan RDMP Pertamina Balikpapan, Kilang Terbesar di Indonesia

Presiden Prabowo meresmikan kilang terbesar di Indonesia. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Prabowo Subianto meresmikan megaproyek kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Proyek ini menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia sekaligus simbol baru penguatan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga atas beroperasinya fasilitas energi strategis tersebut. Dengan menekan tombol peresmian yang didampingi sejumlah menteri kabinet, Prabowo menandai dimulainya operasi penuh RDMP Balikpapan sebagai infrastruktur energi terintegrasi terbesar yang pernah dimiliki Indonesia.

Baca Juga : Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Terobosan Pendidikan untuk Anak Miskin

“Saya menyambut dengan bahagia dan bangga atas apa yang kita hasilkan hari ini. Peresmian ini adalah prestasi penting bagi negara dan bangsa. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan proyek ini,” ujar Prabowo di lokasi peresmian.

RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang eksisting yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha PT Pertamina (Persero).

Dengan total investasi mencapai sekitar Rp123 triliun, proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel per hari, sekaligus menghasilkan bahan bakar berkualitas tinggi yang ramah lingkungan.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga : Gelar Rapat Terbatas di Hambalang, Prabowo Bahas Penguatan Industri dan Hilirisasi

Menurutnya, tambahan produksi sekitar 100 ribu barel per hari berpotensi menghemat devisa negara hingga lebih dari Rp60 triliun per tahun.

“Dengan kilang ini, kita bisa menghasilkan sekitar 5,8 juta kiloliter bensin per tahun. Produknya sudah setara standar Euro 5 dan menjadi bagian dari transisi menuju Net Zero Emission,” kata dia.

Keunggulan RDMP Balikpapan terletak pada fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex yang mampu mengolah residu minyak menjadi produk bernilai tinggi, termasuk bahan bakar berkualitas premium, LPG, serta produk petrokimia seperti propylene dan sulfur. Kehadiran RFCC menjadikan kilang ini sebagai pusat pengolahan energi modern dengan emisi yang lebih rendah.

Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), RDMP Balikpapan juga dilengkapi infrastruktur pendukung seperti pipa gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer, Single Point Mooring (SPM) berkapasitas 320.000 DWT, serta tangki penyimpanan raksasa berkapasitas total 7,6 juta barel. Seluruh sistem ini dirancang untuk menjamin keandalan rantai pasok energi dari hulu hingga hilir.

Advertisement

Baca Juga : Presiden Prabowo Luncurkan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Mensos Gus Ipul: Kelihatan Sederhana tapi Mendasar

Sementara itu, dalam keterangan persnya, VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa RDMP Balikpapan bukan sekadar proyek kilang, melainkan fondasi menuju swasembada energi.

“Dengan infrastruktur terintegrasi ini, energi yang dikonsumsi masyarakat benar-benar berasal dari kemampuan dan kerja keras bangsa sendiri,” ujarnya.

Dengan beroperasinya “Dapur Energi” Balikpapan, Indonesia selangkah lebih maju dalam mewujudkan kedaulatan energi sekaligus memperkuat posisi industri energi nasional di kawasan regional.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement