Ekonomi
Logam Mulia Bersinar pada 21 Agustus 2025, Seiring Melemahnya Dolar AS

Harga emas batangan menguat seiring melemahnya dolar AS. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Harga logam mulia emas menguat pada Kamis (21/8/2025) seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS).
Dolar AS melemah, membuat emas batangan yang dihargakan dalam dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara itu, para pelaku pasar bersiap menyambut simposium Jackson Hole yang akan datang untuk memberikan petunjuk lebih banyak akan penurunan suku bunga.
Baca Juga : Emas Antam Tergelincir di Logam Mulia ketika Harga Stabil Bersama Produk Lainnya di Pegadaian
Harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 3.344,37 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 1 Agustus sebelumnya. Harga emas berjangka AS ditutup menguat 0,9% pada US$ 3.388,50.
Dua pembuat kebijakan Federal Reserve, Wakil Ketua Pengawasan Michelle Bowman dan Gubernur Christopher Waller, menentang keputusan untuk mempertahankan suku bunga.
Dalam waktu 48 jam setelah pertemuan berakhir, data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan tampaknya membenarkan kekhawatiran mereka.
“Para pedagang mengabaikan hal ini karena mereka menganggap berita ini sudah basi seperti sebelum laporan ketenagakerjaan yang mengejutkan,” kata analis logam independen, Tai Wong, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/8/2025).
Baca Juga : Harga Emas PT Antam Turun di Logam Mulia Meroket di Pegadaian
Sorotan pasar beralih ke pidato Ketua Fed Jerome Powell di simposium ekonomi tahunan Jackson Hole pada hari Jumat (22/8/2025).
“Jika Powell bersikap dovish, itu bullish untuk emas, karena tidak memberikan bunga. Emas perlu menembus US$ 3.350 per ons dan kemudian menguji ulang US$ 3.400 per ons jika dia bersikap dovish,” kata ahli strategi pasar RJO Futures, Bob Haberkorn.
Pada sisi lain, perak spot naik 1,1% menjadi US$ 37,78 per ons, platinum naik 2,1% menjadi US$ 1.333,43, sementara paladium stabil di US$ 1.115,15.***









