Connect with us

Ekonomi

Jamu Tradisional Indonesia Siap Kuasai Pasar Afrika Selatan

Diterbitkan

pada

Jamu Tradisional Indonesia Siap Kuasai Pasar Afrika Selatan

Ilustrasi jamu tradisional Indonesia siap kuasai ekspor Afrika Selatan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah terus mendorong ekspor komoditas asli Indonesia, salah satunya adalah ekspor jamu tradisional yang sudah mulai menembus pasar Afrika dan Amerika Latin.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso saat berkunjung ke PT Sido Muncul di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah untuk meninjau proses produksi jamu sebagai produk unggulan ekspor Indonesia, Jumat (25/7/2025).

“Kita ingin melihat proses produksi jamu karena ekosistemnya bagus dari petani hingga produk jadi dan bisa ekspor. Target kita pada 2025 adalah ekspor naik 7,1%. Salah satu komoditas unggulan adalah jamu, produk asli Indonesia,” ujar Menteri Budi Santoso kepada wartawan, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga : Suka Minum Jamu? BPOM Ingatkan Waspadai Obat Tradisional Mengandung Zat Kimia

Menurut hasil survei Kementerian Perdagangan, jamu Indonesia telah mulai merambah pasar Afrika. Pemerintah saat ini sedang menjajaki perjanjian dagang untuk mempermudah akses produk Indonesia ke kawasan tersebut.

“Kami telah survei dan ternyata jamu mulai masuk ke negara-negara Afrika. Kita coba mendekati mereka lagi untuk membuat perjanjian dagang dengan Indonesia,” jelasnya lagi.

Advertisement

Selain Afrika, pemerintah juga sedang memperluas kerja sama perdagangan dengan negara-negara Amerika Latin. Beberapa di antaranya telah selesai seperti Chili, sementara Peru diperkirakan akan selesai pada Agustus 2025.

“Afrika minta kerja sama per kawasan, jadi prosesnya lama. Namun, kami ingin coba pendekatan bilateral agar produk Indonesia bisa lebih cepat masuk,” tambahnya.

Untuk mendukung strategi ini, atase perdagangan ditugaskan untuk aktif mempromosikan produk-produk Indonesia di negara tujuan ekspor.

Baca Juga : Pemerintah Provinsi Jateng Canangkan Gerakan Minum Jamu, OHT dan Fitofarmaka Di RSBK Solo

Menanggapi tarif ekspor ke Amerika Serikat sebesar 19%, Budi Santoso menilai angka tersebut masih kompetitif dan justru bisa menjadi peluang. Tarif tersebut akan mulai berlaku per 1 Agustus dan dinilai masih lebih rendah dibanding banyak negara lain.

“Kalau masih 19% itu bagus. Kita itu di ASEAN bagus, mungkin sama kayak Filipina. Namun, peluang kita banyak di Amerika. Januari–Mei 2025, ekspor kita paling tinggi ke Amerika, disusul India,” tegasnya.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement