Connect with us

Ekonomi

Kemenkeu Masih Kaji Perpanjangan Insentif Pajak Mobil Baru, Penjualan Honda Turun

Diterbitkan

pada

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu. (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengkaji perpanjangan insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru, seiring dengan kebijakan pemerintah yang ingin mendorong penggunaan mobil beremisi rendah.

Saat ini, upaya mendorong mobil listrik telah dilakukan dengan menetapkan PPnBM nol persen untuk kendaraan full baterai, sedangkan kendaraan dengan emisi lebih tinggi lagi dikenakan PPnBM tiga persen.

“Jangan tiba-tiba kita sudah punya kebijakan yang jelas, ketika perekonomian sudah pulih. Karena yang kita harapkan adalah datangnya investasi untuk transformasi ekonomi,” tutur Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu dalam Taklimat Media–Tanya BKF di Jakarta, Rabu (12/01/2022).

Ia menilai hal tersebut menjadi pertimbangan yang cukup serius, meskipun tak dapat dipungkiri bahwa insentif PPnBM mobil baru selama pandemi telah memberikan banyak dampak positif terhadap perekonomian.

Pada tahun 2021, insentif PPnBM mobil baru yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menyebabkan tingginya kenaikan penjualan mobil, khususnya yang mengikuti program tersebut.

Advertisement

Pemberian insentif itu didasari oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang mencapai dua digit selama masa pandemi, sehingga hal tersebut menggambarkan masyarakat mampu masih menyimpan dananya di bank.

Saat pemerintah memberikan diskon pajak untuk pembelian mobil baru, Febrio menuturkan masyarakat langsung berbondong-bondong membelanjakan uangnya, sehingga sektor otomotif pun pulih.

“Itu tujuan kami dan kami fokus untuk mobil yang memiliki komponen dalam negerinya tinggi, minimal 60 persen. Dengan insentif, masyarakat bisa menikmati, tapi kami juga pastikan dampak bergandanya besar,” tambahnya.

Dengan demikian, ia menyebutkan kemungkinan perpanjangan insentif tersebut masih terus akan dipertimbangkan bersama kementerian/lembaga yang lain.

Penjualan Honda Turun

Advertisement

Sementara itu Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM Yusak Billy mengungkapkan bahwa pemesanan kendaraan mobil yang di pasarkan oleh Honda Prospect Motor (HPM) mengalami penurunan yang drastis hingga 50 persen pada Januari akibat relaksasi PPnBM yang tak kunjung pasti.

“Pemesanan mobil baru kami hingga 9 Januari 2022, jika dibandingkan dengan tanggal 9 Desember 2021 itu kita drop sampai dengan 50 persen,” ungkap Yusak Billy pada saat sesi Media Test Drive all new Honda BR-V di Ungaran, dikutip Rabu.

Pengaruh yang cukup besar akan hadirnya relaksasi PPnBM ini, membuat banyak produsen berharap relaksasi ini dapat terus diperpanjang agar roda perekonomian juga semakin pulih akibat adanya pandemi wabah virus corona.

Dalam hal ini, pemerintah juga telah mengeluarkan wacana bahwa nantinya relaksasi ini akan terus diperpanjang atau dipermanenkan. Hal itu, masih dalam kajian lebih lanjut oleh pemerintah.

Dengan begitu, mobil-mobil Honda yang dahulunya dapat menikmati relaksasi ini harus rela terkena imbas dari aturan yang belum pasti ini.

Advertisement

Seperti halnya Honda HR-V yang dahulunya mendapatkan relaksasi hingga 100 persen kini dengan adanya peraturan pajak emisi sejak 16 Oktober 2021 menjadi berubah.

Dengan peraturan pajak emisi yang baru ini, harga-harga kendaraan juga ikut memberikan dampak kenaikan harga yang cukup tinggi.

“Kalau kita lihat kan dulu itu, HR-V 100 persen diskonnya, CR-V juga sama kan. sekarang itu mobil-mobil ini dengan adanya peraturan itu naik jadi 15-20 persen sesuai dengan skema pajak emisi yang berlaku,” ucap dia.

Dengan begitu, banyak juga konsumen yang sudah memesan berbagai kendaraan mobil Honda menahan pembelian mereka hingga kepastian relaksasi PPnBM ini jelas dan sah dikeluarkan oleh pemerintah.

“Konsumen banyak yang nahan pembelian jadinya, meski banyak juga yang sudah melakukan SPK,” tutur dia dilansir antaranews.com. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement