Connect with us

Ekonomi

Gubernur BI: Progres Vaksinasi Jadi Salah Satu Faktor Pendorong Pemulihan Ekonomi

Diterbitkan

pada

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (ist)

FAKTUALid – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan ada enam faktor untuk dijadikan indikator pendorong pemulihan ekonomi pada tahun ini maupun tahun depan dari dampak pandemi Covid-19, salah satunya percepatan atau progres program vaksinasi.

“Enam faktor yang tentu saja kita bisa lihat indikator-indikator itu meskipun di masing-masing faktor ada ketidakpastian dan risiko yang perlu kita cermati,” kata Perry saat raker dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (2/6/2021), di  Jakarta.

Faktor pertama, kata Perry, pertumbuhan ekonomi global yang membaik sehingga memberikan peluang bagi peningkatan ekspor Indonesia, meski masih terdapat peningkatan ketidakpastian pada pasar keuangan.

Faktor kedua adalah kecepatan progres vaksinasi untuk mendorong konsumsi masyarakat dan mempercepat pembukaan sektor riil seiring dengan dibentuknya berbagai kebijakan reformasi struktural di sektor riil.

“Undang-Undang Cipta Kerja dan kenaikan produktivitas itu penting untuk mendorong sektor riil kita,” ujarnya.

Advertisement

Ketiga adalah keberlanjutan stimulus fiskal untuk mendorong ekonomi Indonesia meski perlu mempertimbangkan stabilitas.

“Kita paham ruang-ruang fiskal perlu juga mempertimbangkan stabilitas,” jelas Perry.

Keempat adalah keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial dengan tetap mempertimbangkan potensi terjadinya perubahan kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.

Menurut Perry, pihaknya memastikan akan terus memantau ketidakpastian keuangan global termasuk potensi Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang akan mengubah kebijakan moneternya. Sebab terdapat potensi The Fed mulai mengurangi stimulus moneternya pada tahun depan, bahkan menaikkan suku bunga seiring kenaikan inflasi dan ekonomi di AS yang telah tumbuh tinggi.

“Tentu saja itu ketidakpastian atau risiko yang perlu kita lihat dan cermati ke depan,” tegasnya.

Advertisement

Faktor kelima adalah upaya Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendorong kredit dan pembiayaan.

Dan faktor terakhir adalah penerapan digitalisasi ekonomi dan keuangan yang di antaranya telah dilakukan Bank Indonesia melalui digitalisasi pada sistem pembayaran.

Perry menyatakan melalui berbagai faktor pendorong serta upaya pencegahan risiko dan ketidakpastian maka pihaknya memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini tumbuh antara 4,1 persen sampai 5,1 persen. “Sementara, tahun depan 5 persen sampai 5,5 persen,” jelasnya.

Dijelaskannya, sumber pertumbuhannya meliputi ekspor, investasi yang termasuk penerapan implementasi UU Cipta Kerja, stimulus fiskal, dan konsumsi.

“Konsumsi kami mengonfirmasi dengan program vaksinasi diharapkan tahun depan juga menjadi pendorong,” jelas Perry. (***)

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement