Connect with us

Ekonomi

Airlangga Hartarto: Ekonomi Nasional Membaik, Mobilitas Arus Balik Serius Dipantau

Redaksi Faktual Indonesia

Diterbitkan

pada

JAKARTA – Pemulihan ekonomi nasional (PEN) makin kentara, bisa dilihat dari data laporan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi terkait Penanganan Pandemi Covid-19 di Jakarta, Senin (17/05/2021).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. (Dok Setkab)

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto. (Dok Setkab)

Secara khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) ini menyampaikan kemajuan realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang hingga 11 Mei 2021 mencapai Rp172,35 triliun. “Realisasi ini meliputi Program Kesehatan sebesar Rp24,9 triliun atau 14,2 persen dari pagu. Program Prioritas mencapai Rp21,8 triliun atau Rp17,6 persen dari pagu. Sedangkan realisasi Program Dukungan UMKM dan Korporasi mencapai Rp42,03 triliun atau 21,7 persen dari pagu dan Program Insentif Usaha sebesar Rp26,83 triliun atau 47,2 persen dari pagu,” kata Airlangga dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Sementara untuk realisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos), kata Airlangga, tercatat sebesar Rp56,79 triliun atau 37,8 persen dari pagu Rp150,28 triliun. Rinciannya, realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai 48,19 persen, Kartu Sembako sebesar 38,20 persen, Bantuan Sosial Tunai 98,39 persen, serta BLT Desa 17,41 persen.

Airlangga menyampaikan, adanya kebijakan peniadaan mudik juga telah mendorong peningkatan belanja di wilayah aglomerasi. “Juga dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI) bahwa peredaran uang BI sebesar Rp154,5 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 41,5 persen. Khusus Jabodetabek, BI mencatat penarikan dana tunai naik 61 persen atau Rp34,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan nasional,” ungkap Airlangga.

Yang menarik, dalam keterangan persnya, Airlangga memaparkan bahwa secara spasial ekonomi di sejumlah daerah sudah mengalami pembaikan. Bahkan sepuluh provinsi telah mencatatkan pertumbuhan positif, yaitu Riau (0,41 persen), Papua (14,28 persen), Sulawesi Tengah (6,26 persen), Daetah Istimewa Yogyakarta (6,14 persen), Sulawesi Utara (1,87 persen), Sulawesi Tenggara (0,06 persen), Nusa Tenggara Timur (0,12 persen), Papua Barat (1,47 persen), Kepulauan Bangka Belitung (0,97 persen), dan Maluku Utara (13,45 persen).

Advertisement

“Di dalam catatan kami juga terlihat beberapa daerah menyumbangkan pertumbuhan terbesar, antara lain tentunya sepuluh provinsi besar yang menyumbang sekitar 77,71 persen,” ujarnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah sektor yang secara spesial tumbuh positif di sebagian besar provinsi. Di antaranya sektor pertanian, pengadaan listrik, pengadaan air, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan jasa kesehatan.

PERKUAT PPKMI EKONOMI MIKRO

Lebih jauh Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, untuk mencegah melonjaknya penyebaran Covid-19 pasca libur Lebaran tahun 2021, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk memperkuat penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro).

“Tadi arahan Bapak Presiden untuk memperkuat PPKM Mikro baik di tempat mereka berangkat maupun di tempat tujuan,” ujarnya.

Airlangga menjelaskan, meskipun telah diterapkan kebijakan peniadaan mudik, masih terdapat sekitar 1,5 juta orang yang keluar dari Jakarta, dengan tujuan ke Sumatra sekitar 440 ribu pemudik dan sekitar 1,023 juta dengan tujuan ke berbagai daerah di Jawa.

Advertisement

Menurut Airlangga, pada libur Lebaran ini juga terjadi peningkatan mobilitas terutama di wilayah aglomerasi. “Beberapa yang mobilitasnya tinggi yaitu di Maluku Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara hampir 100 persen, Sulawesi Barat 74 persen, dan Gorontalo 72 persen. Yang mobilitas masih rendah, antara lain tentunya di wilayah Bali,” ucapnya.

Selain itu, juga terjadi peningkatan pengunjung di tempat wisata, bahkan sejumlah objek di Zona Oranye masih beroperasi.

“Ini yang kemarin diarahkan kepada pemerintah daerah untuk menutup lokasi-lokasi yang di daerah Oranye. Terjadi kenaikan signifikan di wilayah Oranye di beberapa kota, seminggu sebelum Lebaran dan 4 hari di weekend pada saat Lebaran yang kenaikannya 38-100 persen, terutama di Jakarta, kemudian juga di Subang dan Pangandaran,” ungkap Ketua KPCPEN.

Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah terus memantau dengan cermat peningkatan mobilitas masyarakat dan penanganannya untuk menekan angka penyebaran Covid-19, khususnya selepas masa libur Lebaran ini.

“Inilah yang tentunya dalam dua minggu ke depan kita monitor dan mudah-mudahan tidak menimbulkan kenaikan kasus,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan meningkatkan mobilitas arus balik, kata Airlangga, pemerintah memberlakukan random check Covid-19 di sejumlah titik yang menuju Jakarta.

Advertisement

“Khusus untuk yang dari Sumatra dilakukan mandatory check (Covid-19) di Pelabuhan Bakauheni dan juga di tempat mereka berangkat. Tentunya kita berharap bahwa mereka yang masuk ke Jawa terutama dari wilayah yang (kasusnya) naik itu sudah aman dari Covid-19,” ucapnya.

KASUS NASIONAL TERKENDALI

Airlangga memaparkan mengenai perkembangan kasus Covid-19 nasional yang relatif masih terkendali. Hingga 16 Mei, kasus aktif nasional adalah 5,2 persen, lebih rendah dari global yang 11,09 persen. Tingkat kesembuhan 92,0 persen, juga lebih rendah dari global yang 86,83 persen. Namun tingkat kematian berada di angka 2,8 persen, sedikit lebih tinggi dari global yang 2,07 persen.

“Kasus aktif nasional mengalami penurunan sebesar 48,6 persen, dari puncak kasus (5 Februari yang lalu) dan kasus aktif adalah minus 7.595 dalam satu minggu terakhir, sehingga kasus aktif berada dalam kisaran 90.800,” paparnya.

Meskipun secara nasional kasus aktif Covid-19 masih relatif terkendali, namun terjadi peningkatan kasus aktif di 15 provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Maluku, Banten, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

“Kalau kita lihat dibandingkan minggu pertama April, kasus mingguan di Pulau Sumatra ada tren meningkat dan juga tentu kita memonitor mobilitas penduduk pasca libur Lebaran dari Sumatra ke Jawa.” ujarnya.

Advertisement

Kenaikan tren kasus aktif di sejumlah provinsi di Sumatra, imbuh Ketua KPCPEN, juga mengakibatkan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) ruang isolasi dan intensive care unit (ICU) lebih tinggi dari rata-rata nasional yang 29 persen. BOR di Sumatra Utara adalah 57 persen, Riau (52 persen), Kepulauan Riau (49 persen), Sumatra Barat (49 persen), Sumatra Selatan (47 persen), Bangka Belitung 45 (persen), Jambi (43 persen), Lampung 38 (persen), dan Aceh (34 persen).(F4)

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement