Ekonomi
Rupiah Makin Melemah, IHSG BEI Makin Menguat dari Pembukaan hingga Penutupan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mantap dengan menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdangan Senin (3/11/2025) sedangkan nilai tukar (kurs) rupiah melemah dari pagi hingga sore.
FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah makin melemah sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) makin menguat dalam perdagangan awal pekan, Senin (3/11/2025).
Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sudah melemah sedang pembukaan perdagangan pagi hari dan tambah melemah saat penutupan perdagangan sore harinya.
Sebaliknya IHSG BEI sudah melangkah sejak pembukaan ketika dibuka menguat dan tambah menguat lagi saat perdagangan ditutup.
Nilai tukar rupiah melemah sebesar 45 poin atau 0,27 persen pada penutupan perdangan menjadi Rp16.676 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.631 per dolar AS.
Kurs rupiah ini makin melemah dibandingkan saat pembukaan ketika rupiah dibuka melemah hanya 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.638 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.631 per dolar AS.
Baca Juga : Akhir Pekan Tutup Bulan, Rupiah Menguat sedangkan IHSG BEI Melemah
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) pada hari ini juga melemah di level Rp16.664 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.625 per dolar AS.
Sementara itu sudah menguat sejak pembukaan dan tambah penguat saat penutupan perdagangan. Senin pagi IHSG dibuka menguat 44,15 poin atau 0,54 persen ke posisi 8.208,03.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,37 poin atau 0,65 persen ke posisi 836,91.
Sejak dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Pada sore harinya IHSG ditutup lebih menguat sebesar 111,20 atau 1,36 persen ke posisi 8.275,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,44 poin atau 1,50 persen ke posisi 843,98.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang sektor konsumen non primer yang menguat sebesar 2,24 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 2,05 persen dan 1,61 persen.
Baca Juga : Rupiah Melemah Saat Perdagangan Ditutup, IHSG BEI Menguat dari Pagi hingga Sore
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,65 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,67 persen dan 0,17 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DWGL, TBIG, LINK, TEBE, dan KDTN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UANG, KOBX, KETR, ITMA, dan HOPE.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.103.179 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,41 miliar lembar saham senilai Rp15,89 triliun. Sebanyak 353 saham naik, 291 saham menurun, dan 169 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.085,73 poin atau 2,12 persen ke 52.411,34, indeks Hang Seng menguat 21,73 poin atau 0,55 persen ke 3.976,52, indeks Shanghai melemah 32,11 poin atau 0,81 persen ke 3.954,79, dan indeks Strait Times menguat 15,71 poin atau 0,35 persen ke 4.444,33. ***













