Ekonomi
Kemenpar – Kemenkes Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Kesehatan, Menpar Widiyanti Targetkan Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (21/11/2025). (Kemenpar)
FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana optimistis bahwa peningkatan fasilitas dan layanan medis yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mendukung upaya peningkatan indeks daya saing pariwisata nasional.
Menpar Widiyanti berharap Travel & Tourism Development Index (TTDI) Indonesia bisa naik dari peringkat 22 ke peringkat 20, bahkan menembus 10 besar dunia.
“Saya berharap penandatanganan MoU hari ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih terarah dan berkelanjutan,” kata Menpar Widiyanti dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga : Menpar Widiyanti Harap Buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 Dapat Menjadi Panduan Membangun Pariwisata ke Depan
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Menpar Widiyanti dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kemenkes. Melalui MoU itu Kemenpar memperkuat kerja sama dengan Kemenkes melalui sinergi program dan kegiatan untuk mendorong pengembangan dan penyelenggaraan wisata kesehatan di Indonesia.
“Kerja bersama ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pariwisata sekaligus menegaskan komitmen menghadirkan wisata kesehatan yang berkualitas, berkesinambungan, dan berdaya saing,” kata Menpar Widiyanti.
MoU tersebut menjadi dasar kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari penyusunan kebijakan dan program wisata kesehatan; peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM); pertukaran serta pemanfaatan data dan informasi; pengembangan investasi dan pemasaran layanan kesehatan; hingga pembentukan kelompok kerja pariwisata kesehatan.
Widiyanti menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar dalam wisata kesehatan. Setiap tahun sekitar 2 juta WNI melakukan wisata medis ke luar negeri, menyebabkan potensi kebocoran devisa hingga 6 miliar dolar AS. Peluang ini menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk menyediakan layanan kelas dunia di dalam negeri, sekaligus memperkuat ekosistem layanan kesehatan nasional.
Baca Juga : Forum UNTGA 2025 Riyadh, Menpar Widiyanti: Indonesia Ajukan Inisiatif Berdayakan Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia
Pada sektor wellness tourism, Indonesia memiliki kekuatan intrinsik dari tradisi herbal, praktik pemulihan tubuh dan pikiran, serta keragaman bentang alam. Nilai pasar wellness Indonesia mencapai 56,4 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 6,65 persen pada 2019–2023. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang tumbuh tercepat di Asia Pasifik.
“Kekuatan pasar wellness yang terus meningkat perlu dimanfaatkan sebagai momentum percepatan pengembangan medical dan wellness tourism,” ucap Widiyanti.
Kemenpar akan terus memperkuat pengembangan paket wisata kesehatan berbasis layanan unggulan rumah sakit, memperluas promosi fasilitas medis, serta memfasilitasi kemitraan antara rumah sakit, industri pariwisata, dan penyedia layanan perjalanan.
Melalui sinergi dengan Kemenkes, kedua kementerian menargetkan penyusunan peta jalan (roadmap) wisata kesehatan yang lebih terarah serta pembentukan kelompok kerja yang memastikan pengembangan berjalan end to end dan lintas sektor secara efektif.
Baca Juga : WTM London 2025, Menpar Widiyanti: Menginspirasi Dunia untuk Menjelajahi Keajaiban Indonesia dengan Semangat Go Beyond Ordinary
Kedua kementerian juga akan memperkuat kurasi dan promosi layanan wisata kesehatan, termasuk penetapan standar pelayanan dan pengembangan produk prioritas. “Termasuk penyelenggaraan forum industri dan investasi untuk memperkuat ekosistem pendukung sektor,” ujar Widiyanti.
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, mulai dari pelatihan bahasa Inggris dan hospitality bagi tenaga kesehatan, pelatihan first aid bagi pemandu wisata, hingga pelatihan berbasis kompetensi untuk tenaga kerja wellness.
Sementara itu Menkes Budi mengapresiasi penguatan kerja sama ini dan menegaskan integrasi pariwisata dan kesehatan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Turut hadir mendampingi Menpar Widiyanti, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar Rizki Handayani serta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto. ***










