Ekonomi
Inkubasi Usaha Terus Dilakukan Untuk Tingkatkan UMKM Dalam Ekosistim Digital

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, ekosistem digital dapat membantu UMKM meningkatkan kapasitasnya dan mengembangkan bisnisnya
FAKTUAL-INDONESIA: Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) terus melakukan inkubasi usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan SDM pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam ekosistem digital.
Upaya itu untuk memperkuat berbagai pelatihan, dan pendampingan yang dilaksanakan Kemenkop-UKM.
Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, ekosistem digital dapat membantu UMKM meningkatkan kapasitasnya dan mengembangkan bisnisnya sehingga menjadi lebih maju, lebih besar, dan naik kelas.
“Kami menyadari betul pentingnya UMKM masuk ke ekosistem digital agar prosesnya lebih efisien, sementara pasarnya semakin luas,” ujarnya.
Teten menegaskan pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan peningkatan wawasan serta kesadaran masyarakat, terutama pelaku UMKM untuk lebih melek digital.
Kemenko – UKM juga mengupayakan penguatan basis data tunggal dan mendorong konsolidasi usaha melalui korporatisasi usaha (koperasi), penerapan teknologi modern dalam produksi, serta mengembangkan factory sharing (rumah produksi bersama).
Menteri Teten Masduki mendorong diversifikasi produk yang dihasilkan UMKM agar bisa terus bersaing di platform digital.
“Di pasar offline sama saja, kalau persaingan begitu ketat maka pendapatan akan berkurang. Kita mendorong produk-produk UMKM secara online bisa beragam agar persaingan pada produk sejenis tidak terlalu ketat,” kata Teten dalam diskusi daring “Pentingnya Ekosistem Digital untuk UMKM Naik Kelas” yang dipantau di Jakarta.
Teten menjelaskan, Kemenkop – UKM mencatat selama pandemi Covid-19 membuat banyak pelaku UMKM beralih ke pasar digital.
Namun demikian, tidak sedikit UMKM yang masuk ke pasar digital, kurang memiliki literasi digital serta rendahnya kapasitas produksi UMKM sehingga kerap kesulitan saat menerima banyak permintaan dari pasar online.
Ia menyebut, sebanyak 94 persen Usaha Mikro dan Kecil masih belum memanfaatkan komputer dalam menjalankan usahanya, dan 90 persen di antaranya tidak menggunakan internet. ***











