Selebritis
Maudy Ayunda Dikritik sebagai Jubir G-20, Ini Alasannya

Maudy Ayunda.(ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Artis cantik Maudy Ayunda sebagai juru bicara pemerintah dalam Forum Presidensi G-20 mendapat kritikan karena dinilai tak memiliki pengalaman diplomatik dan pengalaman di bidang ekonomi.
Hal ini terlihat dalam wawancara bersama Blooberg pada pengarahan pertamanya. Serta Maudy dinilai tidak menanggapi pertanyaan terkait kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin, namun hanya menjawab pertanyaan terkait kehidupan pribadinya.
Sebagai tim juru bicara, Maudy berperan untuk melaporkan hasil pertemuan G-20 yang sejalan dengan isu-isu di Indonesia.
Namun Maudy menjelaskan bahwa sebagai bagian dari tim juru bicara, perannya adalah untuk melaporkan hasil pertemuan G-20 yang relevan dengan Indonesia sementara isu-isu sensitif akan ditangani oleh perwakilan lain.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga Irfan Wahyudi mengungkapkan penunjukan Maudy terbilang masuk akal karena pendidikan di luar negeri dan dorongan pemerintah untuk menciptakan panutan untuk anak-anak muda. Namun memang untuk G-20 ini membutuhkan perwakilan yang mampu menyampaikan isu-isu global di seluruh dunia.
Demikian pula, Juru bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengungkapkan jika Maudy adalah sosok yang tepat untuk menjangkau masyarakat luas khususnya milenial dan GenZ.
Pantas Dipilih Sebagai Jubir G-20
Maudy dianggap pantas menjadi jubir G-20 karena segudang prestasinya. Wanita bernama lengkap Ayunda Faza Maudya ini mengawali karir sejak tahun 2000-an. Ia mengawali debutnya di dunia hiburan pada usia 12 tahun dengan berperan sebagai Rena di film Untuk Rena pada tahun 2006. Kemudian, ia juga berperan dalam film Sang Pemimpi.
Perjalanan Maudy Ayunda di dunia film cukup panjang. Beberapa judul film pernah ia bintangi di antaranya Rumah Tanpa Jendela, Malaikat Tanpa Sayap, Tendangan dari Langit, Perahu Kertas dan lain-lain.
Tak cuma di bidang film, karirnya juga moncer di bidang tarik suara. Diawali di tahun 2011 dengan album bertajuk Panggil Aku, ia kemudian merilis beberapa album yakni Moments dan Oxygen. Maudy juga mengisi soundtrack beberapa film yakni Mengejar Mimpi dan Perahu Kertas.
Selain sukses di dunia hiburan, Maudy juga sukses di bidang pendidikan. Ia mendapat gelar sarjana dari Oxford University jurusan Politics, Philosophy and Economics (PPE). Maudy lulus dengan nilai cumlaude dengan lama masa studi 3 tahun.
Kemudian, ia melanjutkan studinya di Standford University. Ia mengambil Joint Degree Program (JDP) yang mana merupakan kombinasi dua gelar pasca sarjana yang dapat diambil secara bersamaan. Maudy mengambil jurusan administrasi bisnis dan juga pendidikan.
Di samping itu, Maudy sering diundang menjadi pembicara di berbagai forum internasional. Salah satunya yaitu Kongres Diaspora Indonesia pada tahun 2017 lalu. Di kongres tersebut juga hadir mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Forum lainnya yaitu The Regional Conference Evaluate The Millenium Development Goals and Looks to Creating a Foundation for the Post 2015, Indonesian Women’s Forum 2018, dan sebagainya.
Pada tahun lalu, Maudy masuk ke dalam daftar 30 Under 30 tahun 2021 di Forbes. Maudy Ayunda menjadi satu-satunya aktris dan penyanyi dari Indonesia di dalam daftar tersebut.
Untuk diketahui, penunjukan Maudy Ayunda sebagai juru bicara G20 sebelumnya dinilai sebagai upaya meredam kritik dari kaum muda terhadap isu-isu strategis seperti masalah pekerjaan dan layanan publik.***










