Connect with us

Kesehatan

5 Fakta Selaput Dara dan Keperawanan, Jangan Salah Kaprah!

Diterbitkan

pada

fakta selaput dara

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Berbicara tentang selaput dara, tentu sebagian orang akan mengaitkannya dengan tanda ‘keperawanan’ wanita. Selaput dara (hymen atau himen) adalah salah satu bagian dari sistem reproduksi wanita berupa membran tipis. Meski seringkali dibahas, tentu ada berbagai fakta selaput dara wanita yang mungkin belum Anda ketahui.

Bentuk selaput dara masing-masing wanita bisa berbeda satu sama lain dan juga berubah seiring waktu. Di Indonesia, mitos tentang selaput dara menjadi ukuran seorang wanita sudah pernah berhubungan seks atau tidak ini banyak diperbincangkan.

Meski benar terjadi, namun hal tersebut bisa juga salah. Banyak masyarakat yang salah kaprah tentang selaput dara menjadi simbol keperawanan. Lalu, apa saja fakta selaput dara wanita yang jarang diketahui lainnya?

Baca juga: Ketahui 7 Risiko Fingering Saat Berhubungan Seksual

Berikut beberapa fakta selaput dara yang telah faktualid.com rangkum dari haibunda dan idntimes.

1. Tidak menutup lubang vagina sepenuhnya

Fakta selaput dara yang pertama yaitu tidak menutup lubang vagina sepenuhnya. Dikutip dari Self, selaput dara adalah jaringan tipis yang membentang di bagian lubang vagina, tapi tidak menutupi sepenuhnya. Jika selaput dara seluruh tertutup, maka tidak ada lubang pada himen untuk pengeluaran darah menstruasi.

Advertisement

Ketika masih anak-anak biasanya selaput dara masih lebih tebal. Lapisan ini kemudian akan berangsur-angsur menipis seiring bertambahnya usia, terutama karena berbagai aktivitas saat masa pubertas.

2. Selaput dara memiliki banyak bentuk

Tak sedikit wanita di dunia ini berpikiran bahwa selaput dara hanya memilih satu bentuk saja. Padahal, fakta selaput dara yang benar adalah jenisnya sangat beragam. Selaput dara sebagian besar terdiri dari jaringan elastis yang dapat menyempit dan meregang saat kulit di sekitar vagina bergerak.

Jika masih utuh, daerah kewanitaan ini mungkin terlihat seperti cakram tipis yang menutupi lubang vagina atau seperti cincin yang melingkar di sekitar vagina. Ada beberapa jenis selaput dara, yakni

  • Annular hymen: berbentuk melingkar seperti cincin sehingga darah menstruasi bisa keluar.
  • Cribriform hymen: lapisan selaput dara memiliki lubang kecil-kecil dan banyak.
  • Imperforate hymen: selaput dara yang tidak memiliki lubang.
  • Parous introitus: ditemukan pada perempuan yang aktif secara seksual dan melahirkan.
  • Separate hymen: lapisan ini memiliki dua lubang kecil yang terpisahkan oleh sekat.

Baca juga: Cara Mengatasi Keputihan. Pilih Secara Medis Atau Alami?

3. Bukan penentu keperawanan

Fakta selaput dara wanita berikutnya yaitu bukan menjadi penentu keperawanan seorang wanita. Anggapan ini sangat menyebar luas di Indonesia yang cukup dibicarakan. Menurut penelitian, berhubungan seksual dapat mengubah selaput dara masih belum terbukti.

Tapi tentu Anda mengetahui bahwa selaput dara bisa robek sebelum melakukan berhubungan intim, misalnya terjatuh saat naik sepeda atau masturbasi. Itulah mengapa selaput dara tidak bisa dijadikan simbol keperawanan.

Bahkan, seorang pasangan yang berhubungan seks untuk kali pertama mungkin tidak akan langsung merusaknya sebab selaput dara lebih bersifat elastis.

Advertisement

4. Bisa berubah sesuai umur

Selain bukan penentu keperawanan, fakta selaput dara lainnya adalah bisa berubah sesuai umur. Perlu diketahui, bentuk, ukuran, dan kelenturan selaput dara dapat berubah seiring bertambahnya usia. Sudah disinggung sebelumnya, saat masih anak-anak biasanya selaput dara masih lebih tebal dan akan menipis ketika bertambah usia.

Ketika bayi baru lahir, selaput dara tebal karena pengaruh hormon pada ibu. Sebelum pubertas, selaput dara tipis karena kurangnya hormon esterogen. Perubahan bisa terjadi juga saat perempuan mengalami kehamilan, persalinan, dan produksi hormon menurun saat lansia.

5. Tidak bisa dikembalikan

Fakta selaput dara yang terakhir adalah tidak bisa dikembalikan atau utuh kembali. Selaput dara tak bisa tumbuh kembali setelah robek apapun penyebabnya. dikutip Planned Parenthood. Seiring perkembangan dunia media, seorang wanita ternyata bisa menjalani operasi untuk mengembalikan selaput dara.

Prosedur operasi selaput dara adalah dengan mendekatkan sisa selaput dara yang ada di dinding vagina dan disatukan dengan jahitan khusus.

Itulah beberapa fakta selaput dara yang menarik untuk diketahui. Setelah mengetahuinya, Anda sudah memahami bahwa himen bukan menjadi simbol keperawanan wanita.***

Advertisement

Baca juga: 6 Cara Merawat Vagina, Lakukan Mulai Sekarang!

Lanjutkan Membaca
Advertisement