Connect with us

News

Permintaan Plasma Konvaselen Meningkat Pesat

Diterbitkan

pada


FAKTUALid – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini telah berimbas pada peningkatan kebutuhan plasma konvalesen. PMI Kota Surabaya bahkan menyebut setiap hari rata-rata ada sekitar 100 permintaan plasma konvalesen dan belum seluruhnya bisa terlayani.

Menurut Kabag Pelayanan dan Humas PMI Surabaya, dr Martono Adi, setiap hari selalu ada penambahan permintaan plasma konvalesen. “Padahal jumlah pendonor dari hari ke hari, jumlahnya minim. Sehingga antrian permintaan plasma konvalesen menjadi semakin panjang,” ujarnya, Senin (21/6/2021).

Pihaknya bahkan menyebut, hingga hari ini masih ada lebih dari 300 antrian permintaan yang belum terlayani. Padahal sebelumnya, jumlah pendonor plasma konvalesen lebih banyak dibandingkan dengan permintaan, tapi sekarang kondisinya berubah.

Mereka berharap, para penyintas bisa ikut membantu mengatasi kelangkaan ini. Minimal dua minggu setelah dinyatakan sembuh oleh dokter dan sudah melewati pemeriksaan kesehatan, seorang penyintas Covid-19, sudah bisa melakukan donor plasma konvalesen.

Dia menjelaskan bahwa kondisi antara satu penyintas dengan penyintas Covid-19 yang lain tidak sama. Penyintas Covid-19 yang sudah sembuh ada yang bisa melakukan donor plasma konvalesen hingga 12 kali donor, tapi ada juga yang hanya bisa sekali.

Advertisement

Pada bagian lain, Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya mencatat ada 7.278 penyintas atau alumni Covid-19 yang berpotensi menjadi pendonor plasma konvalesen. Menurut Ketua Relawan Pendamping, Radian Jadid, memang perlu pengorganisasian bagi mereka sehingga dapat menjadi pendonor secara massif.

Dia menyebut, permintaan plasma kovalesen ke PMI Surabaya meningkat tajam bahkan hingga 200 bag sehari. Pengorganisasian bagi mereka itu nantinya bisa menjadikan pendonor lebih terdata dengan baik, bisa menjadi kader potensial dan membantu menyebarkan informasi yang benar tentang Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Unair (Pengmas FK Unair) bekerjasama dengan Relawan Pendamping PPKPC-RSLI menggelar kegiatan Pengorganisasian Penyintas Covid-19 RSLI berupa aktifitas skrining donor plasma konvalesen. Ada juga edukasi bagi Penyintas di Aula kantor Kogabwilhan II RSLI (Gedung Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan) Jalan Indrapura Nomor 17 Surabaya.

Para penyintas yang sudah sembuh dari Covid-19 lebih dari dua minggu, bisa mengikuti skrining untuk kemudian diuji apakah layak atau tidak menjadi pendonor plasma konvalesen. Salah satunya adalah berupa uji keberadaan titer anti bodi Covid-19 yang terkandung dalam darah.

Puluhan penyintas atau alumni Covid-19 antusias mengikuti acara tersebut. Mereka juga diarahkan untuk dapat membentuk komunitas yang bisa menaungi kerelawanan mereka dalam donor plasma ataupun kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi kontribusi mengatasi pandemi Covid-19.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement