Connect with us

Nusantara

Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Solo Tata Kawasan Shelter Stadion Manahan

Diterbitkan

pada

Pedagang Kaki Lima (PKL) di shelter Manahan Solo akan dipindah selama dilakukan penataan kawasan. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:  Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggulirkan rencana penataan kawasan pedestrian Stadion Manahan Solo. Semua pedagang di shelter Manahan yang berada di sekeliling Stadion Manahan Solo akan dipindah karena kawasan tersebut khusus akan dijadikan pedestrian dan taman kota.

Anggaran yang disiapkan untuk menata kawasan tersebut mencapai Rp15 miliar dan akan mulai dilaksanakan awal tahun ini dan ditargetkan selesai tahun 2022 ini. Karena tahun 2023 mendatang Stadion Manahan akan dijadikan tempat pertandingan Piala Dunia U-20.

“Penataan shelter Manahan  tahun 2022 ini akan dibangun . Selama dibangun pelaku usaha akan mandiri,  jualan di rumah atau nyewa,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka  di Balai Kota Solo, Rabu (19/1/2022).

Sebelumnya kawasan tersebut akan dibangun dengan konsep dua lantai. Tetapi desain yang dilontarkan wali kota sebelumnya itu dimentahkan Wali Kota Solo saat ini.

“Gak jadi dua lantai, satu lantai saja. Ribet, anggarannya juga gak cukup. Tapi nanti tunggu gambarnya jadi,” katanya.

Advertisement

Gibran juga mengatakan sebelum pelaksanaan Piala Dunia U-20 tahun 2023, semua Pedagang Kaki Lima (PKL) dan aktivitas di kawasan sekeliling Stadion Manahan harus berhenti.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki mengatakan pihaknya memprakirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp 15 miliar.

“Salah satu konsep penataan kawasan adalah perbaikan drainase dari Patung Kuda Manahan atau depan SMP N 1  hingga ke sisi barat menuju Jl Menteri Supeno.,” paparnya.

Selain itu juga penataan di seluruh bagian luar Stadion Manahan termasuk shelter PKL Manahan. Konsep penataan Manahan dikembalikan ke fungsi awal menjadi pedestrian.

“Untuk PKL nanti diserahkan Dinas Perdagangan,” ujarnya.

Advertisement

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Heru Sunardi memastikan bahwa pemerintah tetap akan memfasilitasi pedagang setempat agar bisa melakukan aktivitas jual beli. Lokasi yang dibidik untuk pembangunan selter baru nanti adalah deretan lahan di barat pintu masuk Manahan sisi utara, Jl Menteri Supeno hingga ke selatan hinga pintu tengah sisi barat (timur Polresta Surakarta) Jl KS Tubun.

“Jadi yang bisa dipakai untuk shelter itu yang leter L itu. Jadi di sisi utara (Jl Menteri Supeno itu) dari Depan Kolam Renang Tirtomoyo itu, leter L hingga ke sisi barat sampai sebelum pintu tengah Manahan di Jl KS Tubun itu,” jelas Heru.

Menanggapi rencana tersebut perwakilan pedagang, Koko.Kuncoro (42) mengatakan prdagang mendukung upaya penataan kawasan Manahan. Tetapi mereka menolak jika pedagang direlokasi dari kawasan tersebut.

“Kami bertemu langsung dengan Pak Wali terkait penataan kawasan. Dari waktu itu sampai sekarang sikap pedagang masih sama yakni mendukung penataan asal bisa kembali mebempati lokasi lama,”  kata Koko.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement