Nusantara
Trauma Healing, Pakar Psikologi Apresiasi Kinerja Polwan Polda Jateng di Semeru

Polwan Polda Jateng lakukan trauma healing terhadap anak-anak korban Semeru. (Dok. Humas Polda)
FAKTUAL-INDONESIA: Seorang pakar psikologi, Indra Dwi Purnomo, mengapresiasi kinerja Polwan Polda Jateng yang melakukan trauma healing bagi para korban erupsi Gunung Semeru, Jatim. Langkah tersebut sangat membanggakan dan dilakukan pada waktu yang tepat.
Polda Jateng seperti diketahui, telah mengirimkan 85 personil dimana 36 diantaranya Polwan yang bertugas membantu pemulihan pasca bencana termasuk identifikasi korban meninggal, serta pemulihan trauma bagi pengungsi akibat erupsi Semeru. Tim ke Lumajang dipimpin Kabid Dokkes Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti.
Indra menjelaskan, pemulihan stres bagi korban bencana harus cepat dilakukan agar psikologis mereka tidak makin parah. Saat ini korban berada pada tingkat acute stress traumatic disorder atau gangguan stres akut akibat trauma.
“Pemulihan trauma yang cepat bakal menghindarkan mereka dari gangguan stress pasca trauma. Pertolongan pertama psikologis penting untuk menstabilkan psikologis warga terdampak bencana, khususnya wanita dan anak-anak,” ungkap Indra yang juga dosen psikologi Unika Soegijapranata Semarang ini, Rabu (15/12/2021).
Sebagai aktivis pemulihan korban bencana, Indra menyebut keberadaan polisi di lokasi dalam rangka evakuasi, distribusi bantuan dan trauma healing sangat membantu pemulihan psikologis korban bencana.
Keberadaan Polwan selaku konselor pemulihan trauma itu amat tepat. Khususnya karakter wanita yang cenderung komunikatif serta mudah berempati pada korban terutama anak-anak. Kehadiran Polwan dengan simpatik dan terbuka akan membantu pemulihan kepercayaan diri dan mencairkan suasana, baik pada pria maupun wanita.
“Anak-anak setempat harus segera beraktivitas, baik sekadar bermain atau diberikan pelajaran. Itu sangat membantu pemulihan psikologisnya,” jelas Indra yang juga mengajar Psikologi Forensik di Akpol Semarang tersebut.
Dikemukakan, korban bencana biasanya rentan terhadap suara gemuruh atau sirine. Keberadaan polwan di lokasi bencana, harus mencerminkan sosok humanis menangani kondisi psikologis korban.
“Kita harapkan, tim bisa disana minimal sebulan, karena itu masa paling singkat dalam pemulihan trauma. Hindari suara gaduh seperti sirine dan sebagainya. Kami juga berharap akan ada warga lokal yang dikader sebagai pelaksana trauma healing,” saran Indra.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy juga mengapresiasi dan berharap pemulihan korban letusan Semeru terlaksana dengan lancar.
“Apa yang disarankan Psikolog bisa menjadi masukan bagi Polda Jateng dalam menangani psikologis korban bencana. Kami siap mengevaluasi seluruh kegiatan serta memberi yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.***














