News
6 Cara Mencegah Telinga Berdengung, Kurangi Dengar Lagu Dengan Volume Keras

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Telinga tidak hanya berfungsi sebagai alat pendengar, tapi juga membantu keseimbangan tubuh. Selain infeksi telinga, gangguan pada telinga yang umum terjadi adalah telinga berdengung. Untuk itu, anda juga harus mengetahui cara mencegah telinga berdengung.
Infeksi telinga, penggunaan obat tertentu, cedera pada telinga atau kepala dan kondisi kesehatan lainnya yang menyerang telinga dapat menyebabkan tinnitus. Orang yang mengalami kondisi ini menggambarkan gejalanya dengan muncul suara berdengung pada telinga.
Munculnya suara yang tidak diinginkan ini tentu saja dapat mengganggu aktivitas. Anda mungkin tidak bisa mendengar dengan jelas ucapan orang lain, sulit untuk konsenstrasi dan kesulitan untuk tidur.
Berikut beberapa cara mencegah telinga berdengung yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Gunakan Pelindung Telinga
Cara mencegah telinga berdengung yang pertama adalah gunakan pelindung telinga. Suara keras dapat merusak fungsi telinga and sehingga menyebabkan telinga berdengung atau tinnitus.
Kebanyakan orang mendengar suara keras di area lingkungan kerja, seperti menjadi event organizer konser musik, pekerja di bandara penerbangan, atau buruh pabrik alat berat.
Jika anda berada di lingkungan tersebut, tidak ada salahnya menggunakan pelindung telinga berupa penyumbat telinga apalagi jika merasa suara-suara yang muncul dapat menyebabkan telinga berdengung.
2. Atur Volume Musik Tidak Terlalu Keras
Cara mencegah telinga berdengung yang kedua adalah mengatur volume musik. Mendengarkan musik sambil melakukan kegiatan bisa membuat anda bersemangat. Entah itu menggunakan musik lewat headset, earbud, headphone dan speaker.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya tinnitus. Pastikan volume suara pada perangkat musik anda tetap dalam batasan aman. Jika anda mendengar musik melalui HP, biasanya akan muncuk notifikasi otomatis jika anda mendengarnya terllau keras.
3. Beri Waktu untuk Telinga Istirahat
Cara mencegah telinga berdengung ketiga adalah beri telinga waktu istirahat. Anda yang menyukai musik bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendengarkan daftar lagu yang anda suka.
Meskipun membuat semangat, telinga anda perlu istirahat dari suara-suara tersebut, apalagi jika anda suka mendengarkan musik lewat headphone atau earphone. Telinga anda perlu diberi waktu istirahat dari suara-suara tertentu yang mengganggu.
Baca juga: 7 Penyebab Telinga Panas, Salah Satunya Bisa Karna Infeksi
4. Kurangi Minum Alkohol
Cara mencegah telinga berdengung yang keempat adalah mengurangi minum alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan dapat menurunkan kesehatan telinga karena mengganggu aliran darah yang beredar di telinga.
Jika kebiasaan buruk tersebut diikuti dengan kebiasaan mendengar musik dengan volume yang keras, risiko kehilangan pendengaran semakin meningkat. Hal ini bisa menjadi faktor terjadinya tinnitus. Oleh karena itu, kondisi telinga berdengung bisa anda cegah dengan mengurangi konsumsi alkohol.
Baca juga: 6 Penyebab Telinga Berdengung, Bisa Karena Tumor
5. Kelola Stres dan Kecemasan
Cara mencegah telinga berdengung yang kelima adalah kelola stres dan kecemasan. Menurut situs NYU Langone Hospital, stres, kecemasan dan depresi bisa meningkatkan risiko telinga berdengung.
Jika tinnitus terjadi dan anda sedang stres, gejalanya bsia bertambah parah. Jika anda pernah mengalami tinnitus sebelumnya, penting bagi anda untuk mengetahui cara mengelola stres maupun kecemasan.
Anda bisa mencoba melakukan aktivitas yang disukai ketika stres, meditasi atau latihan pernapasan agar pikiran menjadi lebih tenang. Jika stres dan cemas tidak juga menghilang dengan cara tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi ke psikolog.
6. Jaga Kesehatan Sistem Peredaran Darah
Cara mencegah telinga berdengung yang keenam adalah jaga kesehatan sistem peredaran darah. Beberapa kondisi medis yang memengaruhi sistem peredaran darah dapat menyebabkan tinitus. Secara khusus, gangguan pembuluh darah dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai tinnitus pulsatile.
Jika kolesterol dan timbunan lain menumpuk di dalam pembuluh darah, dibutuhkan lebih banyak upaya baik jantung untuk memompa darah melalui pembuluh. Akibatnya, darah mengalir lebih kuat melalui pembuluh darah di dekat telinga.***














