Connect with us

Kesehatan

Gerakan Memutar Punggung hingga Berbunyi Bisa Lepas Ketegangan

Diterbitkan

pada

manfaat senam pilates

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Gerakan memutar punggung, leher, dan lengan hingga berbunyi menjadi salah satu cara melepas tekanan yang terjadi di bagian-bagian tubuh ini. Rasanya enak dan membuat rileks.

Kebiasaan ini jika dilakukan dengan benar ternyata tidak berbahaya ketika bagian belakang punggung diputar, tidak ada bagian yang benar-benar retak, beradu, atau bahkan rusak. Secara teknis, gerakan ini disebut sebagai crepitus atau krepitasi.

Untuk “memanipulasi” dan mengubah posisi tulang punggung dan tulang lainnya, bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan profesional seperti chiropractor atau ahli tulang dan sendi lainnya. Gerakan “manipulasi” ini membantu mengurangi ketegangan yang terjadi di bagian tulang dan sendi. Pelepasan ketegangan inilah yang membuat merasa enak dan nyaman setelah melakukan krepitasi.

Selain melepaskan ketegangan, krepitasi juga membantu melepaskan endorfin di bagian area tersebut. Endorfin adalah hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar di bawah otak yang membantu mengatur rasa sakit di bagian-bagian tubuh. Kelenjar inilah yang membuat puas setelah membunyikan bagian tubuh.

Lalu, adakah risikonya? Krepitasi bisa mengakibatkan rasa nyeri, terlebih jika terlalu meregangkan otot, sendi, maupun ligamen yang tak terbiasa diregangkan dengan cara tertentu. Gerakan peregangan yang benar harusnya tidak menyebabkan tekanan dan rasa sakit yang intens. Berikut beberapa risiko peregangan yang salah.

Advertisement

1. Bisa mengakibatkan saraf terjepit di tulang belakang. Saraf terjepit bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat. Hal ini juga bisa mengganggu mobilitas dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.

2. Bisa menyebabkan otot yang sobek di sekitar punggung, termasuk di otot bagian leher atau otot pinggang dekat bokong. Otot yang sobek juga menghambar mobilitas dan untuk kasus yang parah menyembuhkannya membutuhkan tindakan operasi.

3. Waspada kerusakan ligamen yang bisa menyebabkan instabilitas bagian tubuh. Hal ini juga bisa menambah risiko terkena osteoartritis ketika semakin tua.

4. Merusak pembuluh darah yang melintasi bagian bawah dan atas punggung. Banyak bagian juga terkoneksi ke otak. Salah satu komplikasi yang bisa terjadi adalah penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan stroke, aneurisma, dan berbagai cedera otak lainnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement