Kesehatan
6 Jenis Penyakit Kelainan Otot, Ketahui Mulai Sekarang

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Seperti yang kamu ketahui, otot memiliki peran sangat penting bagi tubuh karena memungkinkan manusia untuk bergerak dengan baik. Oleh karena itu, kesehatannya perlu diperhatikan agar tidak terserang penyakit kelainan otot.
Apabila kamu mengalami penyakit kelainan otot, tentu saja hal ini dapat memengaruhi gerakan tubuh sehingga aktivitas terasa tidak nyaman. Untuk itu, kamu perlu mengetahui ragam penyakit kelainan otot.
Berikut ragam penyakit kelainan otot yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Miopati Kongenital
Penyakit kelainan otot yang pertama adalah miopati kongenital. Dilansir dari National Institute of Neurogical Disorders and Stroke, miopati kongenital ditandai dengan keterlambatan perkembangan keterampilan motorik, kelainan tulang dan wajah.
Kelainan otot ini umumnya terjadi pada bayi yang baru lahir. Biasanya, bayi dengan miopati kongenital akan mengalami kesulitan bernapas atau makan dan akan tertinggal dalam perkembangan normal, seperti membalikkan badan atau duduk.
Baca juga: Ini 8 Cara Menjaga Kesehatan Tulang yang Wajib Kamu Ketahui
2. Keseleo
Penyakit kelainan otot yang kedua adalah keseleo. Keseleo merupakan kelaian otot yang umum terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh peregangan atau robeknya ligamen, sebuah pita keras pada jaringan fibrosa yang menghubungkan dua tulang pada persendian.
Keseleo terjadi ketika kamu meregangkan atau merobek ligamen saat menekan sendi. Biasanya, keseleo sering terjadi pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut atau jempol.
Keseleo ringan dapat diobati dirumah dengan istirahat dan kompres dengan batu es. Sementara, keseleo yang parah terkadang memerlukan pembedahan untuk memperbaiki ligamen yang robek.
3. Mioglobinuria
Penyakit kelainan otot yang ketiga adalah mioglobinuria. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh National Center of Biotechnology Information, hal ini sebagian besar disebabkan oleh kerusakan otot sehingga melepaskan jumlah besar mioglobin dalam darah.
Mioglobinuria dapat disebabkan karena trauma, sengatan panas, cedera remuk, hipotermia, luka bakar yang luas, kejang dan olahraga berat. Cedera hipoksia, gangguan metabolesime, kelainan genetik, infeksi juga dapat menjadi penyebabnya,
4. Distrofi Sistem Otot
Penyakit kelainan otot yang keempat adalah distrofi sistem otot. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa, distrofi sistem otot adalah sekelompok penyakit otot yang disebabkan oleh mutasi pada gen seseorang.
Pada beberapa kasus, kelainan ini muncul pada masa bayi atau anak-anak, yang lain mungkin tidak muncul hingga usia paruh baya atau mungkin setelahnya. Gejala penyakit kelainan otot yang satu ini bervariasi, tergantung kelompok otot dan orang yang terkena.
Baca juga: Ini Penyebab dan 5 Cara Mengatasi Kram Kaki
5. Neuromiotonia
Penyakit kelainan otot yang kelima adalah neuromiotonia. Dilansir dari Journal of Clinical Neurophysiology, neuromiotonia ini merupakan kondisi langka dari aktivitas serat otot spontan dan terus menerus yang berasal dari saraf perifer.
Kelainan otot yang satu ini ditandai dengan episode kedutan serta kekakuan bergantian, kram, lemas, peningkatan suhu kulit, berkeringat, detak jantung cepat dan masalah dengan mengunyah, berbicara serta bernapas.
Kondisi ini sering memengaruhi otot-otot pada lengan dan kaki, tetapi dapat memengaruhi seluruh tubuh dan menyebabkan aktivitas otot konstan yang tidak dapat dikendalikan, bahkan saat tidur.
6. Polimiositis
Penyakit kelainan otot yang terakhir adalah polimiositis. Polimiositis merupakan kelainan otot yang langka. Kelainan otot yang disebut juga dengan myosotis ini merupakan sekelompok penyakit otot yang menyebabkan peradangan otot dan jaringan terkaitnya, termasuk pembuluh darah.
Menurut The Myositis Foundation yang dikutip dari Verywell Health, kondisi ini sebagian besar terlihat pada orang yang berusia diatas 20 tahun dan diantaranya adalah wanita.
Polimiositis ditandai dengan peradangan dan kelemahan otot. Seseorang dengan kondisi ini mungkin mengalami jatuh dan kesulitan untuk bangun, batuk kering kronis dan kesulitan menelan.***















Pingback: 7 Makanan Penambah Massa Otot, Yuk Konsumsi Mulai Sekarang