Connect with us

Kesehatan

Menikmati Kopi, Agar Bermanfaat Minumlah hingga Jumlah Sedang

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Minum kopi, dewasa ini, telah menjadi gaya hidup di kalangan remaja baik putri maupun pria. Mereka bukan sekedar minum tapi menikmatinya.

Sebab minum kopi, selain meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan suasana hati, mungkin juga memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi, kata Nina Riggins MD, PhD, direktur Headache and Traumatic Brain Injury Center di University of California San Diego.

Terlebih lagi, minum kopi dalam jumlah sedang dapat menurunkan risiko seseorang mengalami kondisi neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson, menurut tinjauan April 2017 dalam Archives of Medical Science, seperti dikutip dari Livestrong, Minggu (29/8/2021).

Tetapi, ada setidaknya empat kesalahan umum minum kopi yang mungkin meminimalkan kemampuan kognitif, bila diminum terlalu banyak.

Asupan kopi dalam jumlah sedang mungkin memiliki sifat protektif untuk kesehatan otak, tetapi bila berlebihan maka dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaatnya.

Advertisement

Sebuah studi dalam Nutritional Neuroscience pada Juni 2021 menemukan, minum lebih dari enam cangkir kopi sehari dikaitkan dengan volume total otak yang lebih kecil dan 53 persen peningkatan risiko demensia.

Untuk orang dewasa yang sehat, 400 miligram kafein sehari atau setara empat cangkir kopi umumnya dianggap aman.

Jadi, pertahankan jumlah itu dan jangan lupa memperhitungkan kafein yang mungkin didapatkan dari sumber lain, seperti teh berkafein, minuman energi, dan cokelat.

Kesalahan berikutnya, meminum kopi terlalu malam. Bagi sebagian orang, kafein bisa membantu menambah energi, tetapi secangkir kopi di malam hari mungkin membuat Anda terlalu gelisah sebelum tidur. Hal ini karena kafein yang merupakan stimulan tetap berada di aliran darah.

Terakhir, menambah banyak gula. Studi dalam jurnal Clinical Interventions in Aging pada Juli 2019 menunjukka, konsumsi gula yang berlebihan pada orang dewasa yang lebih tua dikaitkan dengan fungsi kognitif yang buruk.

Advertisement

Selain itu, gula darah tinggi dan kronis dapat memengaruhi konektivitas fungsional otak dan menyebabkan penyakit pembuluh darah kecil, menurut Harvard Medical School.***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement