Connect with us

Nusantara

Relawan Pengubur Jenazah Covid-19, Anggota SAR UNS Rela Rogoh Uang Pribadi

Diterbitkan

pada

Anggota Bakorlak SAR UNS saat menjadi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Pandemi Covid-19 menggerakkan banyak pihak untuk saling membantu meringankan beban warga yang terpapar Covid-19. Salah satunya adalah anggota Badan Koordinasi Pelaksana (Bakorlak) Search and Rescue (SAR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Supriyanto Nugroho, yang menjadi relawan menguburkan jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

“Panggilan untuk mau menjadi relawan pengubur jenazah Covid-19 bermula ketika relawan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi (RSDM) Solo berkeluh kesah soal sulitnya memakamkan jenazah pasien Covid-19  di Sragen,” jelas Supriyanto, yang bergabung menjadi Bakorlak SAR UNS sejak tahun 2010 itu, Selasa (1/6/2021).

Atas dasar itu, dirinya bersama sejumlah rekannya dari Bakorlak SAR UNS  dan anggota SAR MTA tergerak untuk memulqi giat yang pertama dan membentuk relawan gabungan volunteer Covid-19.

“Teman-teman anggota Bakorlak SAR UNS terutama yang berasal dari satu daerah dengan saya  yakni Sragen, berembuk dan akhirnya mulai menjadi relawan Covid,” jelasnya lagi.

Selama menjadi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19, dirinya bersama relawan lainnya enggan dibayar. Sebab sejak awal sudah berkomitmen membantu sesama yang memerlukan.

Advertisement

“Sampai-sampai Wakil Ketua I PMI Sragen Soewarno menyebut saya dan rekan-rekan relawan lain merupakan relawan yang sangat istimewa. .Meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen telah menganggarkan insentif bagi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19, kami  tetap tidak mau dibayar dan tidak mencairkan insentif tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan untuk biaya operasional dan konsumsi diambilkan dari dana pribadi. Bahkan tidak jarang diantara relawan tersebut patungan untuk menutupi biaya operasional.

“Giat kami tidak mengenal waktu. Seperti malam takbir kita selesai giat jam lima pagi,” katanya.

Supriyanto juga mengatakan ada pengalaman menarik selama menjadi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19. Diantaranya  ia bersama para relawan pengubur jenazah pasien Covid-19 pernah mendapat perlakuan mulai dari dicemooh sampai diancam warga. 

“Bahkan ada juga kami nyaris dilempari batu oleh warga di Kecamatan Gondang, Sragen saat hendak memakamkan jenazah pasien Covid-19 dari Madiun,”katanya lagi.

Advertisement

Dalam proses penguburan jenazah pasien Covid-19, Supriyanto dan relawan dari  Bakorlak SAR UNS telah dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kubur, seperti helm, kacamata google, sepatu boot, masker, bambu, dan tali plastik/ tambang. (Uti Farinzi) ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement