Nusantara
Mainan Gunting, Bocah Di Blitar Tewas Tersengat Listrik

Gambar ilustrasi (Istimewa)
FAKTUALid – Seorang bocah perempuan berusia 5 tahun, tewas tersengat listrik di rumahnya sendiri di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Blitar. Musibah itu terjadi gara-gara korban berinisial A, bermain menggunakan gunting sendirian dan memotong kabel yang masih menancap di stop kontak.
Menurut Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Imam Subechi, musibah yang dialami korban terjadi pada Senin (31/5/2021) sekitar pukul 12.00 WIB. “Saksinya Mariono (61) yang sedang memasang kunci pintu dapur rumah tersebut,’ ujarnya, Selasa (1//6/2021).
Kronologis kejadian bermula saat ibu korban, Helmi Faristiyah (35) membantu tukang Mariono, yang dimintai tolong untuk memasang kunci pintu dapur rumahnya. Tak lama kemudian, sang ibu mengantuk dan pilih tidur di ruang depan dan membiarkan anaknya bermain sendirian di ruang tengah.
Kondisi korban yang tersengat listrik, pertama kali diketahui Mariono yang masih ada hubungan famili dengan Helmi Faristiyah itu, hendak melintasi ruang tengah. Saksi itu melihat korban dalam kondisi tergeletak di lantai dan tidak bergerak.
Saat didekati, ternyata bagian tangan korban yang masih memegang gunting sudah dalam kondisi menghitam. Saksi yang memastikan korban sudah tidak bernyawa, langsung berteriak memanggil kedua orangtua korban.
Ayah korban, Andi Dwi Mustofa (36) yang juga sedang tertidur, mendengar teriakan saksi dan langsung mendekat. Reflek dia melepas kabel yang masih menempel pada colokan listrik dan langsung memeluk korban.
Tapi ternyata korban sudah tidak tertolong. Tangis pasangan muda itupun pecah dan segera mengundang perhatian para tetangga. Warga yang datang ke lokasi menemukan kondisi tiga jari tangan kanan korban yang mengalami luka gosong dan lecet yang diduga akibat kuatnya sengatan listrik.
Menurut sang ibu, korban sebetulnya sudah diajak masuk kamar untuk tidur siang. Tapi ketika dirinya terlelap, ternyata bocah malang itu keluar kamar lagi dan bermain gunting kecil yang ada di dekatnya. (Akbar Surya) ***














