Ekonomi
APBN 2025 Raih Opini WTP Ke-10 Beruntun, Menkeu: Pengelolaan Anggaran Efisien dan Akuntabel

Menteri Purbaya sebut APBN aman. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 berjalan secara efisien, efektif, dan akuntabel.
Kinerja tersebut tercermin dari keberhasilan pemerintah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut sejak 2016.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Purbaya, capaian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
“Pemerintah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan APBN tahun 2025. Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada DPR RI atas kerja sama yang erat, pengawasan yang efektif, serta berbagai masukan konstruktif dalam pelaksanaan APBN,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 dunia masih dibayangi ketidakpastian akibat meningkatnya tensi geopolitik serta fragmentasi perdagangan global. Kondisi tersebut berdampak terhadap rantai pasok internasional, meningkatkan volatilitas pasar keuangan, serta menekan prospek pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.
Meski demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter. APBN tetap difungsikan sebagai instrumen utama untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional sekaligus melindungi masyarakat dari dampak gejolak global.
Purbaya mengungkapkan perekonomian Indonesia pada 2025 berhasil tumbuh sebesar 5,11 persen, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dengan pertumbuhan 4,98 persen serta investasi yang meningkat 5,09 persen. Di sisi lain, inflasi juga berhasil dikendalikan pada level 2,92 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Di tengah tingginya ketidakpastian global, APBN terus hadir sebagai instrumen yang adaptif dan andal dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah memanfaatkan APBN secara optimal sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mengakselerasi pelaksanaan berbagai agenda pembangunan,” katanya.
Menurut Purbaya, arah kebijakan fiskal 2025 dirancang secara ekspansif namun tetap menjaga kredibilitas APBN. Kebijakan tersebut difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.
Selain menjaga stabilitas makroekonomi, pemerintah juga menyalurkan berbagai paket stimulus ekonomi secara bertahap sepanjang 2025. Total nilai stimulus mencapai Rp110,7 triliun yang diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat konsumsi domestik, serta mendukung sektor riil.
Program tersebut mencakup dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor padat karya, perumahan, program magang, pemberian diskon tiket transportasi pada masa liburan, hingga berbagai program pemberdayaan generasi muda.
Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah optimistis APBN akan terus menjadi instrumen fiskal yang responsif dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.***













