Connect with us

Internasional

Bentrokan Pasukan Keamanan dengan Pengunjuk Rasa di Kashmir yang dikelola Pakistan, 9 Tewas

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kashmir yang dikelola Pakistan bergolak setelah pasukan keamanan bentrok dengan para pengunjuk rasa soal perwakilan pemilu, Selasa (14/7/2026), yang mengakibatkan sembilan orang tewas. (Ist)

Kashmir yang dikelola Pakistan bergolak setelah pasukan keamanan bentrok dengan para pengunjuk rasa soal perwakilan pemilu, Selasa (14/7/2026), yang mengakibatkan sembilan orang tewas. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Sembilan orang tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pendukung kelompok protes terlarang di Kashmir yang dikelola Pakistan , Selasa (14/7/2026).

Parapejabat mengatakan, bentrokan terjadi, sehari sebelum kelompok tersebut merencanakan pawai menentang pengaturan pemilu yang kontroversial menjelang pemilihan regional akhir bulan ini.

Seperti dilansir AOL, kekerasan tersebut berakar dari perselisihan mengenai 12 kursi yang dialokasikan di majelis regional untuk pengungsi yang tinggal di tempat lain di Pakistan, sebuah sistem yang menurut para pengunjuk rasa melemahkan representasi lokal.

Komisaris Divisi Poonch, Waheed Khan, mengatakan para pengunjuk rasa memblokir konvoi keamanan dan menyerang para pejabat di sektor Poonch.

“Polisi dan petugas keamanan merespons untuk membela diri,” kata Khan kepada Reuters.

Advertisement

Enam demonstran dan satu petugas polisi tewas di Tararkhal, sementara seorang demonstran dan seorang petugas keamanan tewas dalam bentrokan terpisah di Rawalakot, katanya.

Komite Aksi Bersama (JAAC), yang dilarang pada bulan Juni berdasarkan undang-undang antiteror, telah menyerukan aksi demonstrasi ke Rawalakot pada hari Rabu. Khan mengatakan pasukan keamanan siap untuk mencegah para demonstran memasuki kota.

Menurut perkiraan setempat, sekitar 30 orang tewas dalam kerusuhan sejak Juni. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement