Ekonomi
Wamen P2MI Christina Jajaki Sektor-sektor Baru Penempatan Pekerja Migran ke Jerman saat Bertemu Dirjen GIZ

Wakil Menteri (Wamen) P2MI, Christina Aryani bersama Director General GIZ International Services, Andrea von Rauch di Jakarta, Kamis (18/6/2026). (Kementerian P2MI)
FAKTUAL INDONESIA: Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani membahasa potensi perluasan penempatan pekerja migran ke Jerman ketika bertemu dengan Director General GIZ International Services, Andrea von Rauch.
Dalam pertemuan di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Wamen Christina menyampaikan apresiasinya atas kemitraan yang telah terjalin antara Indonesia dan Jerman. Khususnya melalui Program Triple Win yang selama ini menjadi salah satu jalur penempatan tenaga kesehatan Indonesia ke Jerman secara aman, legal, dan etikal.
“Pertemuan tadi membahas penguatan kerja sama Indonesia dan Jerman terkait penempatan pekerja migran Indonesia, termasuk evaluasi pelaksanaan Program Triple Win serta penjajakan sektor-sektor baru yang berpotensi menjadi tujuan penempatan,” kata Wamen Christina, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga : Wamen P2MI Christina Tegaskan Komitmen Memperluas Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran dengan Italia.
Selain membahas implementasi Program Triple Win, kedua pihak juga mendiskusikan potensi perluasan kerja sama pada sektor-sektor lain yang memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup tinggi di Jerman.
“Diversifikasi sektor penempatan penting dilakukan untuk membuka lebih banyak peluang bagi pekerja migran Indonesia yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk Jerman,” ungkap Christina seperti dilansir laman Kementerian P2MI.
Dalam kesempatan tersebut, Christina juga menyinggung peluang partisipasi GIZ dalam mendukung Program SMK Go Global, program yang diarahkan untuk menyiapkan lulusan pendidikan vokasi agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
“Keterlibatan berbagai mitra internasional penting untuk memperkuat kualitas pelatihan, sertifikasi, serta konektivitas dengan dunia kerja global,” jelasnya.
Baca Juga : Wamen P2MI Ajak Perempuan Migran Teladani Semangat Kartini di Era Global
Christina melanjutkan, salah satu tantangan utama dalam penempatan tenaga kerja Indonesia ke Jerman adalah pemenuhan standar kemampuan bahasa yang berbeda pada setiap profesi.
Ia mencontohkan, untuk tenaga kesehatan, umumnya diperlukan kemampuan bahasa Jerman hingga level B2, sementara sektor lain seperti hospitality dan berbagai bidang jasa memiliki persyaratan yang relatif lebih fleksibel.
Indonesia dan Jerman, tambah Christina, perlu terus memperkuat koordinasi untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki potensi terbesar untuk dikembangkan dalam waktu dekat.
“Pertemuan antara Kementerian P2MI dan GIZ International Services menjadi langkah awal memperluas ruang kolaborasi Indonesia-Jerman dalam pengembangan tenaga kerja terampil, sekaligus membuka peluang penempatan yang lebih beragam bagi pekerja migran Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya.
Baca Juga : Wamen P2MI Christina Dorong Peningkatan Penempatan Pekerja Migran Indonesia Sektor Digital
Penguatan Sinergi dengan Kemlu
Pada hari yang sama Wamen P2MI Christina Aryani membahas penguatan sinergi antara Kementerian P2MI dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dengan Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Christiawan Nasir.
“Pertemuan ini berguna untuk koordinasi kesiapan pelaksanaan Program SMK Go Global yang menjadi salah satu program direktif Presiden Prabowo Subianto,” katanya usai pertemuan di Kantor Kemlu.
Christina mengungkapkan, Kementerian P2MI dan Kemlu memiliki hubungan kerja yang strategis dalam pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia.
Keberadaan perwakilan RI di luar negeri menjadi faktor penting dalam mendukung proses penempatan yang aman dan legal.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan Kemlu sebagai mitra utama melalui dukungan seluruh perwakilan RI di luar negeri, terutama dalam proses verifikasi job order dan pelindungan pekerja migran Indonesia,” kata Christina.
Dalam kesempatan itu, Wamen P2MI juga membahas evaluasi integrasi sistem dan data antar-kementerian yang sudah berjalan selama ini.
Baca Juga : Wamen P2MI Christina Tegaskan Pelaksanaan SMK Go Global Diperkuat Sistem Berbasis Teknologi
Isu tersebut, lanjut dia, menjadi krusial seiring implementasi Program SMK Go Global yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan terserap ke pasar kerja internasional.
“Program SMK Go Global memiliki orientasi berbeda. Kita tidak hanya melatih calon pekerja migran, tetapi juga memastikan mereka dapat ditempatkan. Karena itu, ukuran keberhasilannya adalah penempatan yang nyata,” ujarnya.
Christina menjelaskan, Kementerian P2MI saat ini telah memiliki Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) yang memuat seluruh proses penempatan dan telah terkoneksi dengan beberapa perwakilan RI melalui Sistem Peduli WNI.
“Peran perwakilan RI sangat penting karena mereka yang melakukan verifikasi terhadap job order yang masuk ke sistem. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan tidak ada hambatan ketika program direktif Bapak Presiden mulai dijalankan secara masif,” tambah Christina. ***














