Internasional
Paradoks, Netanyahu Meneriakkan Merindukan Perdamaian ketika Militer Israel Terus Menggempur Lebanon

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tiba-tiba menyatakan rindu perdamaian dengan Lebanon ketika militer negara tersebut terus menggembur Lebanon. (Ist)
FAKTUAL INDONESIA: Pernyataan paradoks diteriakkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam keganasan negara itu terus menerus menggempur Lebanon.
Netanyahu melontarkan pernyataan bahwa dia merindukan perdamaian dengan negara tetangganya tersebut.
Padahal Netanyahu mengucapkan kata-kata manis itu ketika militer Israel masih melancarkan serangan-serangan ganas ke Lebanon.
Menurut laporan siaran langsung CBS News, Netanyahu mendorong rakyat Lebanon untuk mengesampingkan Hizbullah dan mengatakan bahwa “kedamaian tak terbatas” bagi negara itu setelah milisi yang didukung Iran tersebut lenyap.
“Apakah Anda ingat bagaimana Lebanon sebelum Iran dan Hizbullah mengubahnya menjadi mimpi buruk? Ingat kafe-kafenya? Ingat budayanya? Ingat ketenangannya?” kata Netanyahu dalam bahasa Inggris dalam sebuah video yang diunggah di X.
“Semua itu hilang karena Hizbullah dan Iran ingin menyeret kita ke dalam perang berulang kali. Anda pantas mendapatkan yang lebih baik. Anak-anak Anda pantas mendapatkan yang lebih baik.”
Netanyahu mengatakan hampir 10.000 anggota Hizbullah telah dilumpuhkan. Israel telah memperluas operasi daratnya di Lebanon selatan selama beberapa minggu terakhir. Militer Israel melancarkan serangan terhadap infrastruktur Hizbullah di kota kuno Tirus pada hari Rabu.
“Israel tidak sedang berperang dengan Anda,” kata Netanyahu. “Kami sedang berperang dengan Hizbullah, yang telah menyandera negara Anda, yang menjalankan perintah Iran, yang menggunakan wilayah Anda untuk melancarkan serangan kejam terhadap Israel.”
Serang Kota Sidon
Seruan Netanyahu bertolak belakang dengan apa yang terjadi di lapangan. Serangan udara Israel terus menghantam pusat kota Sidon di Lebanon pada hari Rabu, menurut laporan media pemerintah Lebanon, seiring Israel terus melanjutkan serangannya di seluruh wilayah selatan negara itu.
Seorang koresponden AFP melaporkan mendengar ledakan di area tersebut sebelum melihat sebuah mobil terbakar saat tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran menuju ke lokasi kejadian.
Kantor Berita Nasional milik negara Lebanon melaporkan “serangan musuh terhadap sebuah mobil” di kota tersebut.
Sidon, kota terbesar di Lebanon selatan, sebagian besar terhindar dari serangan Israel yang telah menghantam sebagian besar wilayah selatan dan timur negara itu. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon disepakati pekan lalu, tetapi kelompok Hizbullah yang didukung Iran dengan cepat menolaknya, dan kedua pihak terus saling baku tembak selama berminggu-minggu.
20 Pejuang Hizbullah Tewas
Militer Israel mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah membunuh 20 pejuang Hizbullah di Lebanon selatan selama dua minggu terakhir, sementara pertempuran terus berlanjut di perbatasan meskipun ada perpanjangan gencatan senjata yang ditandatangani oleh pemerintah Lebanon dan Israel pekan lalu di Washington.
Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa unit “Shahaf” mereka, yang bekerja sama dengan Angkatan Udara Israel, telah menyerang infrastruktur Hizbullah yang digunakan untuk meluncurkan drone peledak terhadap pasukan Israel.
“Unit ini melakukan pengumpulan intelijen, pengarahan tembakan, dan serangan melalui operasi pengawasan,” kata IDF dalam sebuah pernyataan. ***










