Nasional
Gunung Lewotobi Laki-laki Flores NTT Senin Pagi 3 Kali Erupsi Tinggi Abu 2.000 Meter

Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi (Foto : istimewa)
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus erupsi. Senin (8/6/2026) pagi ini hingga pukul 06.00 WIB tercatat Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi tiga kali.
Gunung yang berada di Kecamatan Wulanggitang dan sebagian kecil Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, ini menurut laporan PVMBG tercatat erupsi pukul 05.06, 03.02, dan 02.58 WITA.
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Senin, 08 Juni 2026, pukul 05:06 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 3584 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi 391 detik,” tulis Petugas PVMBG, M Nurjansyah Dwi Laksona dalam laporannya seperti dilansir laman Magma Indonesia.
M Nurjansyah Dwi Laksona juga melaporkan, Gunung Lewotobi Laki-laki dengan tinggi 1.584 mdpl, juga erupsi pukul 03:02 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 2084 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 290 detik.
Gunung Lewotobi Laki-laki yang merupakan gunung kembar dengan Lewotobi Perempuan, menurut M Nurjansyah Dwi Laksona mengawali hari ini dengan erupsi 02:58 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1500 m di atas puncak (± 3084 m di atas permukaan laut).
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi 90 detik,” papar Nurjansyah.
Dengan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki itu PVMBG mengeluarkan rekomendasi:
- Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .
- Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
- Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
- Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
- Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki. Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606. ***










