Connect with us

Ekonomi

Prediksi Rupiah Selasa 2 Juni 2026: Berada di Bawah Bayang-bayang Memanasnya Timur Tengah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Setelah libur panjang menarik untuk menantikan pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hari ini, Selasa (2/6/2026). Menguat atau malah tetap memerah? (Ist)

Setelah libur panjang menarik untuk menantikan pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hari ini, Selasa (2/6/2026). Menguat atau malah tetap memerah? (Ist)

FAKTUAL INDONESIA:  Pasar keuangan kembali bersiap menghadapi volatilitas tinggi pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026). Setelah libur nasional memperingati Hari Lahir Pancasila kemarin, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan masih berada di bawah bayang-bayang tekanan global, khususnya dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data penutupan perdagangan pasar spot sebelum libur, mata uang Garuda sempat bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.827 hingga Rp 17.862 per dolar AS. Penguatan tipis yang sempat terjadi di awal pekan dinilai para analis hanya bersifat sementara karena minimnya sentimen domestik selama libur bursa.

Sentimen Global yang Menjepit

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz, Iran, masih menjadi motor utama yang menekan mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia. Pasar global saat ini tengah menanti keputusan krusial dari Presiden AS Donald Trump terkait kelanjutan draf kesepakatan damai tanpa klausul pengayaan uranium.

“Situasi di kawasan Selat Hormuz tetap rentan. Peringatan otoritas maritim Inggris mengenai pembatasan lalu lintas kapal di sekitar Iran berpotensi mengganggu rantai pasok global dan mendongkrak biaya logistik.” — Ibrahim Assuaibi, Analis Pasar Uang.

Advertisement

Tersendatnya jalur transportasi laut ini dikhawatirkan memicu lonjakan inflasi energi global, terutama pada harga bahan bakar di AS. Kondisi tersebut membuka peluang bagi bank sentral AS (The Federal Reserve) untuk mempertahankan suku bunga tinggi (higher for longer), bahkan memunculkan spekulasi adanya kenaikan suku bunga tambahan demi meredam inflasi. Alhasil, indeks dolar AS kembali mendapatkan panggung untuk menguat tajam.

Prediksi Pergerakan Kurs

Untuk perdagangan Selasa (2/6/2026), pergerakan rupiah diproyeksikan akan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah. Beberapa analis memperkirakan mata uang rupiah berpotensi bergerak melebar ke arah Rp 17.850 hingga menembus level psikologis baru di atas Rp 17.900 per dolar AS jika tekanan eksternal terus menguat di sepanjang hari.

Secara teknikal, kisaran pergerakan kurs rupiah hari ini dipetakan sebagai berikut:

Parameter PasarTarget Level
Zona Support (Ketahanan)Rp 17.800 per dolar AS
Zona Pivot (Titik Tengah)Rp 17.850 per dolar AS
Zona Resistance (Tekanan Atas)Rp 17.920 per dolar AS

Pelaku pasar kini mencermati langkah intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), guna menjaga volatilitas rupiah agar tidak mengganggu stabilitas makroekonomi dalam negeri di awal bulan Juni ini. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement