Connect with us

Ekonomi

BBM Terancam Melonjak Tinggi, Ojek Online Harus Pindah ke Motor Listrik

Diterbitkan

pada

BBM Terancam Melonjak Tinggi, Ojek Online Harus Pindah ke Motor Listrik

Ojek online turut terdampak akibat perang di Timur Tengah.(Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Gegara perang berkepanjangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran, cepat atau lambat akan mempengaruhi kenaikan harga BBM di Indonesia.

Salah satu yang sangat terdampak adalah ojek online.  Mau tak mau mereka harus menggunakan motor listrik agar tak terdampak harga BBM yang mahal.

Kepastian tersebut disampaikan langsung Raden Igun Wicaksono selaku Ketua Umum asosiasi ojol Garda Indonesia. Menurutnya, dengan beralih ke motor listrik, pengeluaran ‘pasukan hijau’ jauh lebih minim.

Baca Juga : Mendagri Pastikan Layanan Esensial Tetap Berjalan Sekalipun WFH

“Dengan adanya kemungkinan naiknya harga BBM, bagi pengemudi ojol dengan beralih ke motor listrik merupakan alternatif. Dengan catatan, pemerintah memberikan ataupun mengalihkan subsidi BBM ke nilai pembelian motor listrik bagi ojol,” ujar Igun, Kamis (26/3/2026) seperti dikutip Detik.com.

Igun berharap, subsidi BBM bisa dialihkan untuk pembelian motor listrik ojol. Maka, dengan demikian, mitra driver mendapat keringanan untuk membeli kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Advertisement

Baca Juga : Duh! Australia ‘Lumpuh’, Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM

“Ancaman krisis BBM berpotensi menimbulkan disrupsi ekonomi nasional. Oleh karena itu, Garda Indonesia secara tegas mendorong pemerintah Indonesia melakukan kajian komprehensif mengenai pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian motor listrik bagi pengemudi ojol,” tuturnya.

“Ekosistem ojol telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien,” tambahnya.

Baca Juga : Soal Krisis BBM di Dunia, Purbaya Bilang Mesti Siap-siap!

Dengan estimasi 7 juta driver ojol di seluruh Indonesia, pengalihan subsidi BBM ke motor listrik diklaim menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

“Asosiasi mengimbau pemerintah segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojol,” ungkapnya.

Igun mengaku, pihaknya siap menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, aplikator ojol dan sektor pembiayaan untuk merealisasikan rencana tersebut. Dia berharap, pemangku kepentingan mau mendengarkan masukannya.

Advertisement

“Inisiatif tersebut tak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy,” kata dia.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement