News
Sebanyak 4,2 juta Warga Jatim Saatnya Divaksin Dosis Kedua

Jajaran Forkopimda Jatim saat meninjau pelaksanaan vaksin di kalangan kampus. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Pemprov Jatim mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar segera melakukan dropping vaksin dosis kedua untuk masyarakat umum. Saat ini, sebanyak 7,8 juta warga Jatim telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama, dan 50 persen diantaranya sudah harus melaksanakan suntikan vaksinasi dosis kedua.
Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat ini di beberapa daerah sudah menunda pelaksanaan vaksinasi untuk dosis kedua. “Dari 7,8 juta yang sudah divaksin dosis pertama, sebanyak 4,2 juta di antaranya sudah saatnya mendapatkan vaksinasi dosis kedua,” ujarnya, Selasa (3/8/2021).
Pihaknya meminta Menteri Kesehatan agar segera melakukan dropping vaksin dosis kedua sebanyak mungkin. Selain untuk memenuhi kebutuhan dosis kedua, vaksin itu juga diperlukan untuk perluasan vaksinasi dosis pertama.
Dia mengingatkan bahwa SDM dan masyarakatnya semangat untuk mengikuti vaksinasi. Pihaknya juga masih terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi diantaranya di kalangan perguruan tinggi.
Bahkan hari ini, pihaknya bersama Forkopimda Jawa Timur mengecek pelaksanaan vaksinasi berbasis komunitas kampus yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya. Kali ini vaksinasi dilakukan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Pihaknya berterima kasih untuk semua perguruan tinggi di Jawa Timur, yang menurutnya, sudah memberikan partnership yang luar biasa. “Tadi saya ke ITS sekarang ke UNESA, minggu lalu ke UNEJ kemarin ke Unisma dan UNM. Insya Allah besok lusa ke Brawijaya dan seterusnya,” ujarnya.
Vaksinasi berbasis kampus merupakan upaya pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Jatim, khususnya di perguruan tinggi. Kegiatan vaksinasi di Kampus ITS har ini menargetkan 2.500 peserta dengan mengerahkan 30 tenaga kesehatan.
Sedangkan di kampus Unesa selain vaksinasi terhadap 5.000 peserta vaksin. Di tempat itu juga diselenggarakan donor plasma konvalesen sebanyak 200 peserta donor dengan dibantu oleh 60 tenaga kesehatan.***












