Connect with us

Nasional

Mendikdasmen Mu’ti Tekankan Buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia” Sumber Inspirasi Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Bangsa

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Aliansi Kebangsaan sekaligus peluncuran buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia: Epos Sumbangsih Cerlang Nusantara sebagai Pandu Masa Depan” karya Yudi Latif, di Jakarta. (Kemendikdasmen)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Aliansi Kebangsaan sekaligus peluncuran buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia: Epos Sumbangsih Cerlang Nusantara sebagai Pandu Masa Depan” karya Yudi Latif, di Jakarta. (Kemendikdasmen)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menekankan signifikansi “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia: Epos Sumbangsih Cerlang Nusantara sebagai Pandu Masa Depan” sebagai sumber inspirasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan keyakinan bangsa Indonesia.

“Buku ini menunjukkan betapa Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki nilai dan kekayaan yang luar biasa. Sering kali tanpa kita sadari, apa yang kita miliki sangat dikagumi dan menginspirasi negara lain, “ kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Aliansi Kebangsaan sekaligus peluncuran buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia: Epos Sumbangsih Cerlang Nusantara sebagai Pandu Masa Depan” karya Yudi Latif, di Jakarta.

Dalam acara yang dilaksanakan bertepatan dengan momen historis Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2025) itu hadir juga Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, berbagai tokoh bangsa, termasuk Ketua DPD RI periode 2009 – 2016 Irman Gusman, mantan Menteri Transmigrasi Siswono Yudo Husodo, Ketua Dewan Pembina Nurcholish Madjid Society, Omi Komariah Madjid, serta para akademisi, budayawan, dan pemangku kepentingan pendidikan.

Mendikdasmen Mu’ti juga menyoroti pentingnya buku ini sebagai materi pembelajaran sejarah bagi generasi muda, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah, tentang Indonesia, alamnya  dan penduduknya. Mendikdasmen menerjemahkan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai “unity in diversity” tetapi sebagai “unity is diversity”. Kesatuan Indonesia justru terletak pada keberagamannya. 

Sedangkan Wamen Atip dalam sambutannya mengapresiasi  pembahasan Deklarasi Juanda dalam buku itu.

Advertisement

“Buku ini sangat relevan dengan upaya merawat kebangsaan Indonesia melalui nation building di tengah dinamika perkembangan zaman,” ujar Atip.

Buku ini menguraikan signifikansi Indonesia bagi dunia melalui 22 bagian pembahasan, mencakup aspek geologi, geografi, oseanografi, keanekaragaman hayati, peradaban maritim, teknologi dan arsitektur, seni tradisional, hinga kontribusi Indonesia di pentas internasional melalui konferensi Asia – Afrika Juanda.

Seperti dilansir siaran pers Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Jumat (31/10/2025), Kemendikdasmen menyambut positif penerbitan buku ini sebagai materi rujukan penting dalam penguatan pendidikan karakter dan Pancasila. Direktorat  Jendral Pendidikan Dasar saat ini tengah mengadaptasi fragmen dari karya – karya Yudi Latif menjadi konten digital dan komik yang akan diajarkan di satuan pendidikan.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya intelektual yang memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai pancasila bagi generasi muda Indonesia. Buku “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia” diharapkan dapat menjadi inspirasi dan panduan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Peluncuran buku ini juga didukung oleh Yayasan Dana Dharma Pancasila yang memberikan beasiswa penelitian bagi mahasiswa magister dan doktoral dengan fokus kajian tiga ranah Pancasila; tata nilai, tata kelola, dan tata sejahtera.

Advertisement

Aliansi Kebangsaan yang didirikan pada 28 Oktober 2010 merupakan jejaring cendekiawan se-Indonesia multidisiplin yang bertujuan memajukan kebangsaan Indonesia berdasarkan Pancasila. Dipimpin oleh Ponco Sutowo, organisasi ini telah berkiprah selama 15 tahun dalam membangun wawasan intelektual dan memperkuat semangat kebangsaan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement